Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 09:10 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 5,277.04 (+0.08%), penguatan didorong oleh sektor Property (+1.39%) dan Finance (+0.48%). IHSG ditutup menguat dengan pergerakan yang sangat minim diakibatkan oleh minimnya sentiment dari dalam negeri maupun luar negeri. Tercatat investor asing melakukan net sell Rp 638 miliar.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,308.46 (+1.35%), NASDAQ ditutup 11,379.72 (+0.60%), S&P 500 ditutup 3,431.28. (+1.00%). Bursa saham US ditutup menguat atas optimisme investor terhadap penanganan US terhadap covid-19. Keputusan US untuk menggunakan plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari covid-19 dianggap langkah yang baik dalam penanganan pasien covid-19 saat ini. Data dari Universitas John Hopkins menunjukan bahwa kasus baru berada pada 37,000 per hari dan angka tersebut jauh dibawah 50,000 per hari sejak pertengahan Agustus 2020. Bursa Asia dibuka menguat setelah S&P 500 mencapai all-time high. Optimisme masih didorong juga oleh vaksin eksperimental dari UK yang akan digunakan oleh pemerintah US,

IHSG diprediksi Menguat

Resistance 2 : 5,310

Resistance 1 : 5,294

Support 1 : 5,277

Support 2 : 5,261

Candlestick membentuk doji setelah sebelumnya mengalami pelemahan mengindikasikan rentang koreksi yang terbatas, secara teknikal ada potensi pelemahan. Namun diperkirakan IHSG akan bergerak menguat didukung berita baik proses penanganan COVID-19 baru yang dinilai berhasil di Amerika Serikat. Dari domestic masih minim sentiment.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)