Artha Sekuritas: Dibayangi Pidato the Fed, IHSG Diproyeksi Lesu

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 08:52 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 5,371.47 (+0.58%), penguatan didorong oleh sektor Finance (+1.36%) dan Basic-Ind (+0.68%). IHSG ditutup menguat didorong sentimen dari global setelah The Fed mengumumkan akan memperkenalkan instrument terbaru untuk membangkitkan perekonomian dari COVID-19.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 28,492.27 (+0.57%), NASDAQ ditutup 11,625.34 (-0.34%), S&P 500 ditutup 3,484.55 (+0.17%). Bursa saham US ditutup bercampur, index S&P500 sempat mencapai all time high baru di atas 3,500 untuk pertama kalinya.

Peningkatan tersebut didorong oleh kebijakan dari The Fed untuk mengubah peraturan secara besar dan mempercepat inflasi serta pemberi kerja mampu menyangga ekonomi. The Fed akan mendorong inflasi hingga melebihi target 2% untuk beberapa saat yaitu pada kisaran 2.25 - 2.5%. Investor akan kembali memantau data ekonomi seperti customer spending.

Bursa Asia dibuka bercampur setelah mendengar pendekatan baru dari The Fed atas inflasi.

IHSG diprediksi melemah. Candlestick membentuk doji dan indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan potensi mengalami koreksi. Pergerakan diperkirakan akan dipengaruhi pidato dari The Fed terkait inflasi serta data pengangguran dari Amerika Serikat. Dari dalam negeri masih minim sentimen.

Resistance 2 : 5,402
Resistance 1 : 5,386
Support 1 : 5,340
Support 2 : 5,310



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)