Artha Sekuritas: Dipengaruhi The Fed, IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 08:51 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Melemah. IHSG ditutup di level 5,346.66 (-0.46%), pelemahan didorong oleh sektor Consumer (-0.84%) dan Infrastructure (-0.84%). IHSG ditutup melemah diakibatkan aksi profit taking dikarenakan kenaikan beberapa hari terakhir sudah memasuki area overbought.

Dari global dipengaruhi oleh sentiment data pengangguran dan kebijakan untuk inflasi terbaru di Amerika Serikat.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,653.87 (+0.57%), NASDAQ ditutup 11,695.63 (+0.60%), S&P 500 ditutup 3,508.01 (+0.67%). Bursa saham US ditutup menguat pada akhir pekan lalu. Penguatan tersebut menghapus kerugian yang terjadi dari awal penurunan saat pandemi terjadi.

Penguatan yang terjadi disebabkan oleh komentar The Fed untuk menjaga suku bunga tetap mendekati 0 dalam jangka waktu yang panjang sehingga mendorong investor untuk invest di dalam instrumen yang lebih berisiko.

Bursa Asia dibuka menguat dengan antisipasi data ekonomi China, indeks manufaktur yang diprediksi membaik. Investor akan memonitor kondisi politik jepang setelah Shinzo Abe mengumumkan pengunduran dirinya.

IHSG diprediksi menguat. Pergerakan akan dipengaruhi pidato The Fed yang akan menjaga suku bunga mendekati 0% sehingga pasar saham menjadi lebih diminati. Pada awal pekan diperkirakan pergerakan akan lebih terbatas dikarenakan investor akan mengantisipasi data Inflasi dan data manufacturing.

Resistance 2 : 5,407

Resistance 1 : 5,376

Support 1 : 5,320

Support 2 : 5,295



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)