Artha Sekuritas: Pergerakan IHSG Dipengaruhi Tingginya Kasus COVID-19

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 08:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.058,48 (-0,83%). Pelemahan didorong oleh sektor tambang (-1,63%) dan infrastruktur (-1,35%).

IHSG ditutup melemah didorong oleh profit taking menjelang pengumuman suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI). Pergerakan masih akan dibayangi tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 28.032,38 (+0,13%), NASDAQ ditutup 11.050,47 (-1,25%), S&P 500 ditutup 3.385,49 (-0,46%).

Bursa saham AS ditutup bercampur dan cenderung melemah. Penurunan terjadi setelah The Fed memberikan sinyal bahwa inflasi terus berada di bawah target jangka panjang The Fed, maka kebijakan suku bunga akan cenderung sama untuk jangka panjang yaitu tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu The Fed juga mengatakan bahwa ekonomi akan memburuk apabila pemerintah masih menahan stimulus fiskal seperti memberikan bantuan langsung kepada pengangguran yang terjadi karena pandemi COVID-19. Bursa saham Asia dibuka melemah setelah mendengar pernyataan dari The Fed untuk menahan suku bunga di level 0-0,25%

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.009-5.141. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri yang menembus rekor baru. Pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas menjelang penetapan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)