Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 08:59 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4.842,76 (+2,13%) pekan lalu. Penguatan didorong oleh sektor aneka industri (+4,43%) dan keuangan (+3,03%).

IHSG ditutup menguat setelah melemah beberapa hari terakhir didorong oleh bargain hunting. Namun investor asing masih mencatatkan netsell sebesar Rp 829 miliar.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 27.173,96 (+1,34%), NASDAQ ditutup 10.913,56 (+2,26%), S&P 500 ditutup 3.298,46 (+1,60%).

Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat pekan lalu. Dengan adanya pengumuman dari paket stimulus untuk bantuan COVID-19 yang dirancang oleh partai Demokrat sebesar US$ 2.4 triliun, maka investor lebih percaya diri atas ekonomi di AS.

Namun hal yang membebani investor adalah hingga saat ini belum terlihat bahwa pandemi menjadi lebih baik di AS. Ketidakpastian masih cukup tinggi, sehingga investor akan sangat sensitif dengan judul berita yang akan datang.

Bursa Asia dibuka menguat didukung oleh data industri China yang meningkat 19,1% year on year (yoy) di mana China dianggap pulih dari pandemi COVID-19.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 4.813-5.015. Penguatan ini diperkirakan bersifat sementara. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan akan tingginya kasus COVID-19 secara harian yang semakin tinggi.

(ara/ara)