NH Korindo: Aksi Jual Asing Mereda, IHSG Lirik Level 5.000

NH Korindo Securities - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 09:26 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pasar saham AS memulai bulan Oktober dengan melanjutkan penguatan hari sebelumnya. Dow Jones dan S&P 500 menguat secara moderat, sementara Nasdaq mampu naik signifikan. Adapun sektor-sektor yang memimpin kenaikan antara lain: Jasa Konsumer, Teknologi, dan Barang Konsumsi.

Sementara itu IHSG juga berhasil menguat signifikan di awal bulan sekaligus mengakhiri pelemahan yang telah terjadi selama 3 hari berturut-turut. Kenaikan kemarin dimotori oleh saham-saham big caps yang sekaligus ditandai dengan meredanya aksi jual investor asing.

Untuk hari ini, IHSG akan mencoba untuk kembali melanjutkan penguatan sekaligus menguji level psikologis di angka 5.000.

Company News
ADRO : Optimis Fundamental Batubara tetap Kokoh
INDF : Mendirikan Tiga Perusahaan Baru
KLBF : Belum Berencana Produksi Remdesivir
INTP : Penjualan Semen Rebound pada September

Domestic & Global News

- Indeks Harga Konsumen September 2020 Deflasi 0,05% MoM
Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali mengalami deflasi pada September 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, deflasi pada bulan tersebut sebesar 0,05% mom. Selama kuartal III-2020 ini kita mengalami deflasi.

Juli, Agustus, kemudian September. Dengan adanya deflasi pada bulan ini, berarti inflasi pada tahun kalender tercatat rendah 0,89% ytd dan tingkat inflasi secara tahunan tercatat sebesar 1,42% yoy.

- Empat Bulan Pertumbuhan Industri Inggris, PHK Melambat
Aktivitas pabrik Inggris tumbuh selama empat bulan berturut-turut pada September, meski lebih lambat dari Agustus, dan menurut survey yang ditunjukkan pada hari Kamis, melakukan PHK terendah sejak sebelum lockdown Covid-19 dimulai.

IHS Markit/CIPS PMI berada pada 54,1. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari perkiraan awal 54,3 dan di bawah angka tertinggi selama dua setengah tahun pada Agustus di 55,2, namun jauh di atas ambang batas 50,0 yang menunjukkan pertumbuhan.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)