Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 08:46 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 5,093.01 (+0.78%), penguatan didorong oleh sektor Finance (+1.83%) dan Agriculture (+1.27%). IHSG ditutup menguat meskipun dibayangi ketidakpastian terkait rencana pemberian stimulus di Amerika Serikat yang tidak sesuai ekspektasi.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,837.52 (+0.88%), NASDAQ ditutup 11,876.26 (+2.56%), S&P 500 ditutup 3,524.22 (+1.35%). Bursa saham US ditutup menguat seiring dengan laporan keuangan 3Q20 mulai dipublikasikan.

Banyak investor telah mengantisipasi hal yang buruk di 3Q20, namun investor berharap adanya beberapa laporan keuangan yang di luar dugaan akan lebih baik. Hal tersebut yang mengakibatkan index saham US masih tetap kuat. Selain itu investor sudah tidak terlalu berharap kepada stimulus COVID-19.

Bursa Asia dibuka menguat, dengan antisipasi data perdagangan dari China akan dipublikasi pada hari ini. Sentimen akan berfokus pada laporan keuangan dan pegerjolakan geopolitik.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 5,116

Resistance 1 : 5,104

Support 1 : 5,079

Support 2 : 5,066

IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal saat ini rentang penguatan mulai terbatas. Indikator stochastic saat ini berada di area overbought sehingga rawan terjadi koreksi. Investor masih mencermati perkembangan Stimulus di Amerika Serikat. Dari dalam negeri aksi demonstrasi menanggapi pengesahan RUU Omnibus Law dinilai kurang baik untuk kondisi politik.

(fdl/fdl)