Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah Dibayangi Sentimen Global

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 08:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 5.132,57 (+0,78%). Penguatan didorong oleh sektor keuangan (+2,01%) dan aneka industri (+0,83%).

IHSG ditutup menguat setelah Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga pada level 4% yang dinilai masih sejalan dengan langkah pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 28,679.81 (-0.55%), NASDAQ ditutup 11,863.90 (-0.10%), S&P 500 ditutup 3,511.93 (-0.35%). Bursa saham AS ditutup melemah setelah 4 hari berturut-turut mengalami penguatan.

Penurunan didorong oleh beberapa hal yang baru dicerna investor yaitu vaksin dari Johnson & Johnson menghentikan percobaan vaksin setelah ada laporan efek samping yang negatif. Stimulus dana di AS masih belum ada titik cerah dan senat berencana untuk melakukan voting pada akhir bulan.

Bursa saham Asia mengalami penurunan mengikuti pergerakan bursa AS. Investor di Asia menanti pidato dari Presiden Xi Jinping atas rencana reformasi Shenzhen sebagai zona ekonomi khusus.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.041-5.177. Pergerakan dibayangi oleh beberapa sentimen global. Dari dalam negeri masih ada optimisme setelah BI menetapkan suku bunga di level 4% sesuai dengan langkah pemulihan ekonomi nasional.

(ara/ara)