Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah, Waspada Profit Taking

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 08:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 5.594,06 (+0,65%). Pergerakan didorong oleh sektor properti (+2,34%) dan konsumsi (+1,22%).

IHSG ditutup menguat meskipun mayoritas bursa asia mencatat pelemahan. Hal ini didorong optimisme dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga dan optimis ekonomi kuartal IV-2020 akan membaik.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 29,483.23 (+0.15%), NASDAQ ditutup 11,904.71 (+0.87%), S&P 500 ditutup 3,581.87 (+0.39%). Penguatan diduga bersifat sementara seiring penurunan harga saham pada hari sebelumnya.

Investor masih terus mencermati peningkatan kasus COVID-19 di AS meskipun beberapa perusahaan farmasi telah mengumumkan vaksin yang efektif. Meningkatnya kasus COVID-19 akan berujung pembatasan kegiatan bisnis dan akan berdampak negatif pada ekonomi.

Saat ini, investor menanti dana bantuan COVID-19 dari pemerintah supaya melambatnya kegiatan bisnis masih tetap mempertahankan tingkat konsumsi. Bursa saham Asia dibuka bercampur dengan fokus masih pada dampak dari peningkatan kasus COVID-19.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.520-5.634. Secara teknikal saat ini pergerakan masih dalam tren bullish yang cukup kuat namun perlu diwaspadai adanya aksi profit taking dalam jangka pendek. Investor masih perlu mencermati kenaikan kasus COVID-19 di berbagai negara serta mencerna dampak keputusan suku bunga Bank Indonesia dan Bank of China.

(ara/ara)