Artha Sekuritas: IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 08:45 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 5.652,76 (+1,46%). Pergerakan didorong oleh industri dasar (+3,20%) dan infrastruktur (+2,58%).

IHSG ditutup menguat mengabaikan kekhawatiran akibat tingginya kasus baru COVID-19 di berbagai negara. Penguatan masih didorong optimisme akan perekonomian Indonesia yang lebih baik di akhir tahun.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat.Dow Jones ditutup 29,591.27 (+1.12%), NASDAQ ditutup 11,880.63(+0.22%), S&P 500 ditutup 3,577.59 (+0.56%). Bursa saham AS ditutup menguat setelah Emily Murphy sebagai ketua administrasi umum mengatakan bahwa semua sumber daya federal tersedia untuk Joe Biden.

Hal tersebut memberikan sinyal bahwa Presiden Trump telah menyetujui perpindahan ke Joe Biden. Meskipun demikian, Trump masih akan tetap membawa perkara pemilu ini ke ranah hukum.

Selain itu, investor mendapatkan berita yang meyakinkan atas vaksin COVID-19 dari AstraZeneca yang memiliki kemampuan 70% untuk mencegah COVID-19. Bursa Asia dibuka positif setelah mencerna berita vaksin dari AstraZeneca dan Terpilihnya Janet Yellen sebagai Sekretaris Bendahara Presiden Biden.

IHSG diprediksi menguat di kisaran 5.606-5.698. IHSG diprediksi menguat terbatas.

Secara teknikal saat ini masih berada dalam tren bullish kuat namun perlu diwaspadai potensi koreksi. Pergerakan masih akan minim sentimen dari data perekonomian. Selain itu, kasus COVID-19 secara global masih menjadi sorotan di mana di berbagai negara banyak mengalami peningkatan kasus baru.

(ara/ara)