Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat Dipengaruhi Bunga BI

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 08:47 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat. IHSG ditutup di level 6.118,40 (+1,80%). Pergerakan didorong oleh sektor pertambangan (+3,95%) dan infrastruktur( +3,56%).

IHSG ditutup menguat didukung optimisme dari stimulus Amerika Serikat (AS) yang akan segera dijalankan. Penguatan cukup signifikan di sektor tambang terutama yang berkaitan dengan nikel.

Bursa AS ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 30,154.54 (-0,15%), NASDAQ ditutup 12,658.19(+0,50%), S&P 500 ditutup 3,701.71 (+0,19%). Wall Street ditutup bercampur menunggu prospek stimulus yang diharapkan bisa berjalan sebelum tutup tahun.

Beberapa data perekonomian juga turut mempengaruhi pergerakan terutama data retail sales yang mengalami kontraksi menjadi -1,1%. Stimulus masih menjadi fokus utama karena diharapkan dapat mendukung bisnis dan menopang pengangguran.

Di sisi lain, The Fed mempertahankan suku bunga tetap di 0.25% dan menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk perekonomian. Ada potensi kenaikan kasus COVID-19 pada awal 2021 namun The Fed optimistis perekonomian tetap akan mengalami perbaikan didorong oleh pendistribusian vaksin.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 6.018-6.172. Pergerakan diperkirakan menguat masih dalam bullish channel.

Pergerakan akan dipengaruhi penetapan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia yang akan memberikan gambaran pemulihan ekonomi di awal 2021. Investor masih optimistis akan stimulus AS dapat segera berjalan dalam waktu dekat.

(ara/ara)