Artha Sekuritas: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 08:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,008.71 (-0.24%). Pergerakan didorong oleh Misc-Ind (-1.33%) dan Mining (-0.75%).

Pergerakan dibayangi oleh kekhawatiran akan mutasi virus baru serta lonjakan kasus COVID-19 di berbagai negara. Sentimen reshuffle Menteri kabinet Jokowi terlihat tidak mampu menopang pasar saham.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup30,119.87(-0.03%), NASDAQ ditutup 12,804.97 (+0.26%), S&P 500 ditutup 3,703.06 (+0.00%).

Bursa saham US ditutup bercampur cenderung menguat pada perdagangan Kamis lalu menjelang Hari Raya Natal. Peningkatan juga didukung oleh disetujuinya US$ 900 bn COVID-19 bantuan dari pemerintah. Meskipun demikian, Presiden Trump mengatakan bahwa bantuan sebesar US$ 600 per orang tidak akan cukup, dan seharusnya berada di level US$2,000 per orang.

Dari sisi Pandemi, Dr Fauci was-was atas peningkatan jumlah infeksi COVID-19 setelah perayaan Natal dan Tahun Baru. Sedangkan bursa Asia dibuka menguat didukung oleh data ekonomi China dari keuntungan perusahaan industri China meningkat sebesar 15.5% YoY pada bulan November.

IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal pelemahan jangka pendek memasuki area oversold sehingga ada potensi rebound jangka pendek. Investor masih cukup khawatir akan semakin banyaknya kasus COVID-19 di berbagai negara. Termasuk dari dalam negeri. Selain itu, Investor akan mencermati bagaimana Amerika Serikat memberikan stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi.

Resistance 2 :6,239
Resistance 1 :6,123
Support 1 :5,872
Support 2 :5,737

(eds/eds)