Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Masih Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 08:41 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Melemah. IHSG ditutup di level 6,321.86 (-1.07%). pergerakan didorong oleh Mining (-3.36%) dan Property (-2.60%). IHSG ditutup melemah Kembali mengalami koreksi dikarenakan masih dibayangi banyak ketidakpastian bahwa ekonomi akan segera pulih. Di dalam negeri masih diberlakukan pemberantasan dan Kembali ada kenaikan kasus covid-19 secara harian.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 30,930.52 (+0.38%), NASDAQ ditutup 13,197.18 (+1.53%), S&P 500 ditutup 3,798.91 (+0.81%). Investor mengantisipasi inagurasi dari Presiden Biden untuk terjadi tanpa kekerasan seperti yang telah terjadi beberapa saat lalu.

Selain itu investor maasih menunggu informasi tambahan tentang rencana pemulihan ekonomi dari Presiden Biden melalui US$1.9 tn stimulus. Selain itu Sekretaris Bendahara US, Janet Yellen mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil langkah lebih besar lagi dalam membantu perekonomian US.

Dari bursa Asia, dibuka menguat. Investor di Asia fokus pada bunga kredit acuan dari China. Selain itu investor juga terus melihat data Covid-19 dimana beberapa negara telah membatasi pergerakan dari masyarakatnya.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 6,493

Resistance 1 : 6,407

Support 1 : 6,261

Support 2 : 6,201

IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal indikator stochastic melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan pelemahan akan berlanjut. Investor akan cenderung wait and see dikarenakan adanya ekspektasi ekonomi baru akan bisa pulih di 2Q21. investor juga akan mengantisipasi penetapan suku bunga Bank Indonesia pada hari kamis.

(fdl/fdl)