IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah, Ini Rekomendasi Sahamnya

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 08:52 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,307.13 (-1.67%). Pergerakan didorong oleh Mining (-4.09%) dan Infrastructure (-2.82%).

IHSG ditutup melemah meskipun didominasi oleh penurunan saham-saham BUMN. Kecemasan terkait tingginya kasus COVID-19 masih ada dimana hari ini mencapai 13,632 kasus baru yang dikhawatirkan pembatasan masih akan terus berlangsung.

Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 30,996.98 (-0.57%), NASDAQ ditutup 13,543.06 (+0.09%), S&P 500 ditutup 3,841.47 (-0.30%).

Pergerakan didukung Presiden Biden yang mendorong stimulus program senilai US$1.9 tn yang kemungkinan ditolak oleh kongres republikan. Hal tersebut mencetus kontroversi dari para investor, dimana semakin banyak stimulus yang dikeluarkan, maka akan mendorong inflasi jauh lebih tinggi. Hal tersebut akan mengakibatkan The Fed untuk meningkatkan suku bunga dan mengurangi dukungannya kepada bursa.

Sedangkan di Asia, bursa dibuka bercampur. Di mana bursa saham Jepang melemah, tetapi bursa saham Korea menguat. Investor akan terus memperhatikan pergerakan harga minyak dunia sebagai tumpuan pergerakan harga komoditas.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body disertai indikator stochastic yang melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan potensi untuk melanjutkan pelemahan. Pergerakan masih dibayangi tingginya kasus COVID-19 terutama di dalam negeri.

Resistance 2 :6,484
Resistance 1 :6,395
Support 1 :6,250
Support 2 :6,194

Adapun rekomendasi saham hari ini untuk dijual adalah TOWR, GJTL, dan PTPP. Sedangkan ASSA dan ASII direkomendasikan untuk ditahan.

(eds/eds)