IHSG Awal Pekan Diproyeksi Koreksi, Simak Rekomendasi Sahamnya

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 08:54 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup menguat. IHSG ditutup di level 6,356.16 (+0.13%). Pergerakan didorong oleh Consumer(+2.47%) dan Basic-Ind (+0.99%).

IHSG ditutup menguat terbatas di tengah pelemahan bursa global akibat kekhawatiran akan naiknya yield obligasi AS dan kekhawatiran baru akan COVID-19 di Eropa.

Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 32,627.30 (-0.71%), NASDAQ ditutup 13,215.24 (+0.76%), S&P 500 ditutup 3,913.10 (-0.06%).

Bursa saham US ditutup melemah pada perdagangan jumat lalu. Pelemahan masih disebabkan oleh peningkatan yield obligasi. Investor percaya bahwa kondisi ekonomi sudah masuk ke dalam tahap pemulihan awal. Hal lain yang memberikan sentimen negatif adalah, meskipun vaksinasi Covid-19 sudah mulai berjalan di US, namun di beberapa negara bagian terlihat peningkatan jumlah kasus Covid-19.

Bursa Asia dibuka melemah. Penurunan mengikuti pergerakan saham di Wall Street dan adanya tekanan dari penguatan USD terhadap mata uang lainya.

IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih dibayangi oleh kecemasan akan naiknya yield obligasi serta dibayangi oleh pelemahan bursa asia secara keseluruhan. Investor juga akan mencermati penetapan suku bunga China. Dari dalam negeri masih ditopang sentiment relaksasi pajak untuk beberapa sektor.

Resistance 2 :6,388
Resistance 1 :6,372
Support 1 :6,323
Support 2 :6,290

Saham RALS, KRAS, CTRA, dan INDY direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya. Kemudian JPFA direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya atau boleh menambah posisi kepemilikan saham, namun boleh beli jika belum. Dan WIKA direkomendasikan untuk jual.

(eds/eds)