IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 08:37 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat. IHSG ditutup di level 6.071,22 (+0,58%).

Pergerakan didorong oleh industri dasar (+1,63%)dan properti (+1,29%). IHSG ditutup menguat tiga hari berturut-turut.

Masih didorong bargain hunting karena pergerakan masih di area oversold. Namun investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih Rp 439 miliar.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 33.503,57 (+0,22%), NASDAQ ditutup 13.829,31 (+0,96%), S&P 500 ditutup 4.097,17 (+0,57%).

Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Kamis lalu meskipun data ekonomi tidak menunjukkan pemulihan yang kuat. Data klaim pengangguran 3 April 2021 mencatat sebanyak 744.000 jauh di atas ekspektasi para ekonom yang berada di level 694.000.

Namun, tingkat yield obligasi treasury 10 tahun telah mereda dan berada di level 1,6% saja. Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemulihan ekonomi tidak merata dan belum selesai.

Di sisi lain bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Investor di Asia akan fokus pada data ekonomi China yaitu Consumer Price Index yang akan diterbitkan siang nanti.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 6.015-6.101. Namun perlu diwaspadai saat ini pergerakan masih dalam tren bearish jangka menengah, sehingga penguatan hanya akan bersifat sementara.

Lihat juga Video "Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000":

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)