IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Apa Pemicunya?

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 08:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah di level 5.948,56 (-2,01%).Pergerakan didorong oleh sektor properti (-3,45%)dan aneka industri (-3,07%).

IHSG ditutup melemah masih diakibatkan tekanan jual dari divestasi saham BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu pernyataan Gubernur The Fed terkait potensi kenaikan inflasi di AS juga menambah kekhawatiran.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 33.745,40 (-0,16%), NASDAQ ditutup 13.850,00 (-0,36%), S&P 500 ditutup 4.129,03 (+0,01%).

Bursa saham AS ditutup melemah setelah investor mencerna pernyataan dari Jerome Powel bahwa ekonomi AS akan dengan mudah mencapai inflasi di level 2% yang investor mengartikan bahwa akan ada risiko bahwa The Fed dapat meningkatkan suku bunga bila target inflasi 2% tersebut tercapai.

Meskipun demikian, The Fed telah menyatakan bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat walau inflasi sudah mencapai target 2%. Investor juga menunggu data ekonomi untuk melihat dampak dari vaksinasi terhadap pemulihan ekonomi di AS.

Bursa Asia dibuka menguat setelah mengalami pelemahan pada perdagangan hari Senin lalu. Selain itu penguatan ditopang oleh menguatnya harga komoditas minyak dunia ke level US$ 59,81/barel.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.846-6.138. Secara teknikal terlihat candlestick membentuk long white body dengan volume yang tinggi mengindikasikan tren bearish akan berlanjut. Pergerakan masih dipengaruhi kekhawatiran baik dari dalam dan luar negeri.

Simak juga '2021, Optimistis IHSG Bisa Tembus 7.000':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)