IHSG Diprediksi Menguat, tapi Dibayangi Kasus COVID-19

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 08:50 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah dilevel5.993,24 (-0,75%). Pergerakan didorong oleh sektor keuangan(-1,03%)dan pertambangan(-0,96%).

IHSG ditutup melemah sejak sesi I perdagangan dibayangi kekhawatiran global terutama setelah catatan akan kasus baru COVID-19 meningkat di berbagai negara.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 34.137,31 (+0,93%), NASDAQ ditutup 13.950,22 (+1,19%), S&P 500 ditutup 4.173,42 (+0,93%).

Bursa saham Wall Street ditutup menguat cukup signifikan setelah melemah dua hari beruntun. Sebagian besar sektor mengalami penguatan di antaranya perusahaan industri seperti Caterpillar, perusahaan minyak termasuk ExxonMobil dan raksasa keuangan seperti Bank of America.

Investor melakukan pembelian saham sebagai aksi bargain hunting dimana sebelumnya bursa saham melemah akibat kekhawatiran akan peningkatan kasus COVID-19 di berbagai negara.

Bursa saham Asia, dibuka menguat cukup signifikan didorong optimisme setelah menguatnya bursa AS.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.968-6.040. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran secara global akibat meningkatnya angka kasus baru COVID-19. Sementara itu dari dalam negeri masih minim akan sentimen.

Simak juga 'Saat Airlangga Optimistis IHSG Bisa Tembus 7.000':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)