IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 08:40 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di level 5.994,18 (+0,01%). Pergerakan didorong oleh sektor aneka industri (+3,09%) dan infrastruktur (+0,48%).

IHSG ditutup menguat tipis setelah sepanjang hari bergerak terbatas. Optimisme dari penguatan bursa global tidak cukup untuk mendorong pergerakan. Di sisi lain, masih ada kekhawatiran akibat kenaikan kasus COVID-19.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 33.815,90 (-0,94%), NASDAQ ditutup 13.818,41 (-0,94%), S&P 500 ditutup 4.134,98 (-0,92%).

Bursa saham AS ditutup melemah setelah investor cemas akan peningkatan pajak dari capital gain. Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan bahwa akan meningkatkan pajak capital gain hingga 43,4% untuk orang kaya di AS, meningkat 20% dari saat ini.

Kriteria orang kaya di AS adalah individu yang memiliki penghasilan sebanyak US$ 1 juta atau lebih. Dari sisi data ekonomi, laporan data klaim pengangguran berada di level 547.000 lebih rendah dari estimasi analis di level 603.000.

Bursa Asia dibuka melemah mengikuti Wall Street. Index Nikkei jepang turun lebih dari 1% dari pembukaan. Tidak ada data katalis untuk menguat dalam waktu dekat ini.

IHSG diprediksi melemah di kisaran 5.955-6.043. Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada dalam tren pelemahan namun terlihat rentang pelemahan mulai terbatas mendekati Support Lower Bollinger Band.

Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran terkait rencana kebijakan pajak oleh Joe Biden. Dari dalam negeri pergerakan minim akan sentimen.

Tonton juga Video "Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000":

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)