IHSG Diproyeksi Merah Jelang Rilis Data Inflasi

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 08:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup Melemah. IHSG ditutup di level 5,995.61 (-0.28%). Pergerakan didorong oleh Finance (-0.99%) dan Trade (-0.63%).

IHSG ditutup melemah mengikuti pelemahan bursa Asia yang dimana masih dibayangi kekhawatiran akan kasus COVID-19 dari India.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 33,874.85(-0.54%), NASDAQ ditutup 13,962.68 (-0.85%) ,S&P 500 ditutup 4,181.17 (-0.72%).

Bursa US ditutup melemah pada perdagangan Jumat lalu. Investor masih akan fokus pada laporan keuangan kuartal I 2021 dan data pengangguran. Hal tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi dan laporan keuangan kuartal I 2021 dari beberapa perusahaan yang cukup positif. Data ekonomi seperti PMI dan ISM manufacturing akan akan dipublikasikan pada malam hari nanti.

Bursa Asia dibuka melemah. Investor di Asia masih cemas dengan situasi COVID-19 di India yang kian parah. Selain itu India ada kemungkinan besar untuk tidak mempertahankan paten dari vaksin yang terdaftar untuk keperluan darurat.

IHSG diprediksi melemah. Pergerakan IHSG masih dibayangi kekhawatiran kasus COVID-19 dari India. Selain itu kinerja keuangan emiten yang baru dirilis secara rata-rata di bawah ekspektasi. Investor akan mencermati data inflasi per April 2021 yang akan segera dirilis.

Saham TOWR, GJTL, WIKA, dan ADRO direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya. Saham INCO direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya atau boleh menambah posisi kepemilikan saham, namun boleh beli jika belum. Dan saham LSIP direkomendasikan untuk beli namun bersifat spekulatif.

Resistance 2 :6,052
Resistance 1 :6,023
Support 1 :5,975
Support 2 :5,956

Lihat juga Video "Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000":

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)