IHSG Diprediksi Menguat, tapi Cuma Sementara

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 21 Mei 2021 08:46 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di level 5.797,59 (+0,64%). Pergerakan ditutup menguat meskipun bursa global cenderung melemah.

Penguatan didorong aksi spekulasi investor melihat pelemahan sudah memasuki area jenuh jual. Pergerakan masih dibayangi banyak sentimen negatif.

Sementara itu bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 34.084,15 (+0,55%), NASDAQ ditutup 13.535,74 (+1,77%) ,S&P 500 ditutup 4.159,13 (+1,06%).

Bursa Wall Street ditutup menguat secara serempak. The fed memberikan komentar bahwa saat ini belum ada tindakan yang akan dilakukan dalam jangka pendek.

Namun bila inflasi masih terus meningkat, maka The Fed akan mempertimbangkan tapering dari pembelian aset keuangan yang baru akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Selain itu data ekonomi jumlah klaim pengangguran tercatat 444,000 lebih baik dari ekspektasi pasar modal di level 453,000.

Bursa saham Asia dibuka menguat merespon optimisme dari penguatan bursa AS.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.724-5.850. Pergerakan akan didorong aksi bargain hunting investor melihat IHSG sudah berada di area oversold dan optimisme dari penguatan bursa AS.

Secara teknikal tekanan jual masih cukup tinggi sehingga diperkirakan penguatan hanya akan bersifat sementara dan masih akan bearish dalam jangka menengah.

(ara/ara)