Simak! IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 08:42 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu ditutup melemah di level 5.773,12 (-0,42%).Pergerakan ditutup melemah meskipun sempat menguat pada sesi awal perdagangan didorong optimisme dari penguatan bursa saham global.

Namun tekanan jual masih sangat tinggi dipengaruhi oleh minimnya sentimen dari dalam negeri.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 34.207,84 (+0,36%), NASDAQ ditutup 13.470,99 (-0,48%), S&P 500 ditutup 4.155,86 (-0,08%).

Bursa Wall Street ditutup bervariasi cenderung melemah. Data aktivitas manufaktur yang diukur dengan data PMI pada Mei 2021 berada di 61,5 naik dibandingkan April 2021 sebesar 60,5 menjadi rekor tertinggi sejak Oktober 2009.

Ekonomi AS terpantau mengalami akselerasi yang spektakuler pada bulan ini, tingkat ekspansi bisnis melonjak ke titik tertinggi seiring aktivitas masyarakat yang dibuka kembali usai ditutup karena pandemi COVID-19. Namun, survei Mei menunjukkan kekhawatiran lebih jauh soal inflasi karena pertumbuhan menyebabkan kenaikan harga.

IHSG diprediksi menguat di kisaran 5.688-5.880. Secara teknikal pergerakan saat ini berada di support kuat lower Bollinger band sehingga ada potensi rebound jangka pendek.

Pergerakan akan terbatas karena investor akan cenderung wait and see menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga Mei 2021 dan perekonomian di kuartal II-2021.

Lihat juga Video: Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)