IHSG Diprediksi Melemah Dibayangi Tingginya Kasus COVID-19

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 08:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 6.005,95 (+0,34%).Pergerakan ditutup menguat namun masih dibayangi kekhawatiran kasus COVID-19 yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 34.663,53 (+0,47%), NASDAQ ditutup 14.522,40 (+0,13%), S&P 500 ditutup 4.319,94 (+0,44%).

Wall Street Kembali menguat ditutup di level tertinggi berturut-turut. Laporan pekerjaan hari Jumat yang ditunggu-tunggu diharapkan menunjukkan gaji tumbuh 700.000 dan pengangguran turun tipis menjadi 5,7%.

Kejutan kenaikan yang kuat dapat membuat Federal Reserve AS menyesuaikan jadwalnya untuk mengurangi pembelian sekuritasnya dan menaikkan suku bunga utama.

Menurut indeks manajer pembelian (PMI) Institute for Supply Management (ISM), aktivitas di pabrik-pabrik AS berkembang pada kecepatan yang sedikit melambat di bulan Juni, dengan komponen ketenagakerjaan turun ke kontraksi untuk pertama kalinya sejak November.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.934-6.074. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran kasus harian COVID-19 di dalam negeri Kembali naik signifikan hampir mencapai 25.000 kasus harian.

Pemerintah juga telah merencanakan PPKM Darurat yang diyakini akan memperlambat pemulihan Ekonomi yang akan dimulai pada 3 Juli 2021.

(ara/ara)