Triv Rilis Riset 'Crypto Juli Market Research & Commentary'

Sponsored - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 17:41 WIB
adv triv
dok. Triv.co.id
Jakarta -

Dalam tempo setahun terakhir industri asset kripto berjalan bak roller coaster, menanjak tinggi hingga kemudian anjlok dalam. Contohnya Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terpopuler. Di awal 2020, nilai BTC telah melesat dari US$ 8 ribuan hingga menahbiskan rekor tertinggi pada April 2021 dengan nilai US$ 64 ribu per BTC. Setelahnya, nilai BTC amblas dalam hingga separuhnya hingga ke angka USD 32 ribu per BTC pada 23 Juli 2021.

Bagi investor retail, yang kebanyakan merupakan masyarakat awam yang baru belajar mengenal asset kripto, fluktuasi ekstrim Bitcoin terlihat menyeramkan. Meskipun sejatinya, jika ditengok dari kelahirannya di tahun 2009, harganya stabil menanjak. Dari US$ 800 sen per BTC pada Oktober 2009 menjadi puluhan ribu US$ per hari ini. Jadi jelas, nilainya terus meningkat pasti dari tahun ke tahun.

Pun demikian, banyaknya pemberitaan menyangkut instabilitas nilai aset kripto membuatnya seolah menjadi barang haram untuk disentuh. Namun, CEO Triv.co.id, Gabriel Rey menyebutkan masyarakat tidak seharusnya menjauhi asset kripto jika mereka memahami karakter asset kripto.

"Berinvestasi pada aset kripto pada prinsipnya sama halnya dengan berinvestasi pada berbagai aset lainnya, seperti propertI, saham, emas dan lain sebagainya. Jika kita memasuki pasar tanpa informasi dan riset memadai mengenai aset tersebut, kemungkinan besar kerugian akan menanti," ujar pria yang akrab disapa Rey ini dalam keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

Demi memberikan panduan bagi para investor ritel maupun institusional, Triv.co.id sebagai platform jual beli Bitcoin terkemuka dan terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) merilis 'Triv Research: Crypto Juli Market Research & Commentary'.

"Riset yang bisa disimak lengkapnya di bit.ly/TrivMedia ini akan menjadi panduan bagi para enthusiast maupun calon peminat aset kripto, baik yang bersifat investor ritel maupun investor institusional dalam membaca tren pasar aset kripto dalam jangka panjang,'' papar Rey.

Rey pun menjelaskan latar belakang Triv Research Team dalam merilis riset ini karena melihat industri aset kripto tengah berhadapan dengan kompleksitas produk yang ditawarkan, baik kepada investor retail maupun institusi. Ditambah lagi dengan berbagai negara yang mencoba mengatur perkembangan produk aset kripto di negaranya.

"Berita yang mengandung elemen fear uncertainty and doubt (FUD-atau singkatnya sentimen negatif-pen) khususnya dari RRT atau China terkadang digunakan oleh beberapa pihak untuk dapat mengontrol narasi di pasar, menimbulkan kepanikan agar terjadi aksi jual masal. Kami harap dengan riset ini dalam memberikan panduan bagi para investor asset kripto dalam menyikapi berbagai berita FUD tersebut," ujarnya.

Rey memaparkan riset Triv ini dilakukan dengan beberapa pendekatan seperti, Sentimen Pasar, Ketertarikan Institusi, Volume Exchange dan On-Chain, serta Analisis Teknikal.

"Pendekatan yang komprehensif ini diharapkan dapat memberikan filter terhadap sentimen FUD tersebut, agar publik lebih teredukasi mengenai manfaat jangka panjang berinvestasi di dunia aset kripto," papar Rey.

Key Highlights

Adapun temuan kunci yang terdapat dalam Triv Research kali ini mencakup beberapa hal sebagai berikut.

1. Sentimen positif retail terhadap Ethereum lebih tinggi daripada sentimen terhadap Bitcoin

2. 64% volume coinbase didominasi oleh institusi

3. Data on-chain transaksi kripto mengalami penurunan sangat drastis pada Juli 2021.

Berdasarkan temuan tersebut, Rey pun memberikan rekomendasi akumulasi. "Memang, secara sentimen, beberapa aktivitas dan metrik menunjukkan penurunan, namun secara tren jangka panjang masih lebih baik dibandingkan bull run pada akhir tahun 2017," ujarnya.

Selain itu, transaksi aset kripto (exchange) di seluruh dunia mengalami peningkatan traffic dan volume perdagangan tertinggi pada kuartal pertama 2021, membuat headline, mendatangkan institusi baru. "Peran institusi dalam mendorong ekosistem aset kripto akan lebih dominan dalam beberapa tahun ke depan, karena itu hal ini menjadi kesempatan yang baik bagi retail untuk melakukan akumulasi mulai saat ini," tambah Rey.

Ke depan, Triv Research Team akan senantiasa memberikan analisa kondisi market terkini dalam dunia aset kripto. "Tujuannya agar pengguna Triv dapat mengetahui kondisi pasar saat ini apakah bear (turun) atau bull (naik) dan mengambil keputusan yang menguntungkan pengguna Triv," pungkas Rey.

(Tagsite/Feritekno)