IHSG Diproyeksi Hijau Tutup Akhir Pekan, Ini Rekomendasi Sahamnya

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 08:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup menguat. IHSG ditutup di level 6,286.94 (+2.02%). Pergerakan ditutup menguat signifikan didukung penguatan saham-saham di sektor perbankan dan sektor energi. Namun investor asing mencatatkan penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp 3.85 Tn.

Bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones ditutup 33,843.92 (-1.59%), NASDAQ ditutup 14,448.60 (-0.44%), S&P 500 ditutup 4,307.54 (-1.19%).

Wall Street kembali tergelincir di hari terakhir bulan September. Tiga indeks utama kompak melemah dan mencetak penurunan bulanan akibat kekacauan terkait anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) di Washington.

Semua sektor utama pada indeks S&P 500 mengakhiri sesi di zona merah, dengan sektor industri dan konsumen menunjukkan persentase penurunan terbesar. Pasar saham Amerika Serikat (AS) mendapat tekanan walau Senat dan DPR AS menyetujui RUU pengeluaran sementara untuk menjaga pemerintah berjalan di akhir sesi. Dengan hasil kali ini, ketiga indeks saham utama AS juga mencetak kinerja kuartalan terburuk sejak pembukaan tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 membuat ekonomi global terpuruk.

IHSG diprediksi menguat. Candlestick membentuk long white body dan breakout resistance Upper Bollinger Band, dan menembus level tertinggi sejak Agustus 2021. Secara teknikal masih ada potensi penguatan meskipun dibayangi banyak ketidakpastian terutama terkait inflasi dan tapering Amerika Serikat. Pergerakan masih minim sentimen akan data ekonomi dari dalam negeri.

  • Resistance 2 : 6,360
  • Resistance 1 : 6,323
  • Support 1 : 6,211
  • Support 2 : 6,136

Berikut saham rekomendasi hari ini:

WIKA dan PGAS direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya. Indikator teknikal netral dan sentimen netral.

ADRO direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya atau boleh menambah posisi kepemilikan saham, namun boleh beli jika belum. Indikator teknikal menunjukkan signal beli dengan sentimen netral/positif.

(eds/eds)