IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Bisa All Time High Lagi

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 08:33 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 6.691,34 (+0,12%). IHSG ditutup menguat terbatas setelah sempat membentuk level baru all-time high. Pergerakan cukup terbatas dikarenakan masih adanya kekhawatiran inflasi dari AS.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 35.921,23 (-0,44%), NASDAQ ditutup 15.704,30 (+0,27%), S&P 500 ditutup 4.649,27 (+0,06%).

Wall Street berupaya bangkit setelah koreksi dua hari sebelumnya. Harga saham produsen chip mengangkat Nasdaq ke zona hijau sehari setelah laporan inflasi yang lebih panas dari perkiraan meredam sentimen investor dan menghentikan rekor penutupan tertinggi.

Harga saham Saham Walt Disney Co merosot 7,1% setelah laporan pendapatan yang mengecewakan, menyeret Dow ke zona merah. Pelaku pasar mencerna data inflasi baru-baru ini yang menunjukkan bahwa gelombang lonjakan harga saat ini terjadi karena tantangan pasokan global yang kronis. Gangguan pasokan bisa berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan banyak orang, termasuk Federal Reserve AS.

IHSG diprediksi menguat di kisaran 6.655-6.721. Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low dengan volume tinggi dan indikator stochastic yang melebar setelah membentuk golden cross mengindikasikan potensi menguat mencapai level all-time high baru.

Pergerakan masih akan didukung rilis kinerja emiten per kuartal III. Dari global, investor akan terus memantau perkembangan terkait inflasi AS.

(ara/ara)