IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 16 Nov 2021 08:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,616.02 (-0.52%). IHSG ditutup melemah meskipun neraca perdagangan mencatatkan rekor baru surplus US$ 5.74 B. Pergerakan dibayangi oleh kekhawatiran akan dampak dari data inflasi dan Tapering Amerika Serikat.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 36,087.45 (-0.04%), NASDAQ ditutup 15,853.80 (-0.05%), S&P 500 ditutup 4,682.81 (-0.00%). Wall Street ditutup turun tipis pada awal pekan ini karena kenaikan imbal hasil Treasury mengurangi selera untuk saham teknologi. Sedangkan harga saham Boeing menguat karena tanda-tanda permintaan untuk pesawat kargonya.

Saham bank yang diuntungkan dari kenaikan imbal hasil, meningkat karena investor memposisikan diri untuk efek potensial dari pengurangan pembelian aset besar-besaran oleh Federal Reserve. Selain itu ada efek menjelang jadwal penjualan obligasi baru 20 tahun di akhir minggu ini. Data penjualan ritel untuk Oktober juga akan dirilis pada hari Selasa. Data ritel ini akan mengungkapkan tanda-tanda dampak inflasi terhadap belanja konsumen.

IHSG diprediksi melemah

Resistance 2 : 6,698

Resistance 1 : 6,657

Support 1 : 6,592

Support 2 : 6,568

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body dengan volume yang cukup tinggi dan stochastic yang membentuk deadcross diperkirakan pergerakan akan cenderung melemah. Investor akan terus mencermati inflasi Amerika Serikat serta rencana tapering. Investor juga akan cenderung lebih konservatif jelang penetapan suku bunga oleh Bank Indonesia.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)