ADVERTISEMENT

Market Research

IHSG Bakal Merah, Ambil Untung Jelang Lebaran

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 08:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pekan lalu IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 7,225.60 (-0.70%). IHSG ditutup melemah didorong aksi profit taking jelang akhir pekan. Pelemahan juga didorong kekhawatiran dari global dimana suku bunga The Fed akan naik pada bulan depan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 33,811.52 (-2.82%), NASDAQ ditutup 12,839.29 (-2.55%), S&P 500 ditutup 4,271.78 (-2.77%). Bursa saham Wall Street ditutup kompak melemah secara signifikan mendapat tekanan setelah kinerja yang mengejutkan dan peningkatan kepastian seputar rencana kenaikan suku bunga acuan yang agresif. Fluktuasi perdagangan yang berlebihan menjadi lebih umum dalam beberapa hari terakhir, karena pelaku pasar menyesuaikan dengan data baru dari kinerja, serta kapan harga akan naik lagi. Kekhawatiran tentang risiko dari kenaikan suku bunga terus bergema setelah poros hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis. Powell mendukung rencana untuk lebih cepat memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 7,347

Resistance 1 : 7,286

Support 1 : 7,169

Support 2 : 7,113

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low dengan stochastic yang membentuk dead cross mengindikasikan potensi pelemahan. Pergerakan di pekan ini diperkirakan akan terbatas dan terkoreksi didorong aksi profit taking jelang libur panjang lebaran yang akan dimulai pekan ini.

News Compilation

EXCL 3,160 (-2.46%) AKAN TEBAR DIVIDEN Rp 51 PER SAHAM

AVIA 835 (+0.60%) BAGIKAN DIVIDEN TUNAI Rp 1.2 Tn

RICY 69 (-4.16%) TARGETKAN PENJUALAN NAIK 10% DI 2022

TRJA 260 (-6.47%) RAIH KONTRAK BARU Rp 148 MILIAR DI 1Q22

ZYRX 530 (-0.93%) PROYEKSIKAN SET TOP BOX BISA ANGKAT PENJUALAN



Simak Video "Alasan Direktur Unilever Indonesia Mengundurkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT