ADVERTISEMENT

IHSG Diramal Bergerak di Kisaran 6.600-6.800, Cermati 3 Saham Ini

NH Korindo Sekuritas Indonesia - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 08:51 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Wall Street melemah pada awal pekan, dengan S&P500 dan Nasdaq turun 0,8%; Dow Jones turun 0,7%. Investor mencermati penyaluran Corporate Loan 2Q22 Perbankan yang lebih tinggi,
namun untuk menutupi peningkatan biaya akibat melonjaknya inflasi, dapat mempengaruhi Loan Quality.

Perbankan juga menghadapi risiko perlambatan Loan Growth, jika prospek ekonomi memburuk. Guna menopang Bottom Lines, Perbankan fokus meningkatkan Net Interest Income, memanfaatkan kenaikan FFR.

Analis bahkan telah memproyeksikan kenaikan Net Interest Income tinggi, dan melampaui ekspektasi.

Saat ini, Perbankan diuntungkan oleh kenaikan Lending Rate yang lebih cepat dibanding Deposit Rate. Tingginya likuiditas selama pandemi juga membuat Perbankan dapat menjaga Cost of Fund.

Awal pekan, IHSG sempat menyentuh level tinggi di 6.702 sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 7 poin ke level 6.659. Pergerakan IHSG kemarin juga dipengaruhi oleh tekanan salah satu saham Teknologi berkapitalisasi besar yang sempat mencatatkan auto reject bawah.

Di sisi lain, investor mencermati sejumlah saham Consumer Non-Cyclicals yang relatif resilient pada potensi kenaikan inflasi, membuat sektor ini ditutup menguat lebih dari 1%. Investor juga tetap mencermati sejumlah saham the Big Four Bank, menjelang Earning Results dan pasca kenaikan Giro Wajib Minimum.

Di tengah sejumlah sentimen, NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward dengan kisaran 6.600-6.800.

Berikut rekomendasi sahamnya:

AALI

Produksi CPO Turun 16,9% PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan penurunan produksi CPO sebesar 16,9% menjadi 510 ribu ton pada 5M22. Penurunan ini diiringi dengan penurunan TBS (tandan buah segar) proses sebesar 13,4% sebagai imbas dari masih dirasakannya penurunan produktivitas tanaman akibat kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019.

INTP

Mendapat Pasokan Batubara, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil mendapatkan beberapa kesepakatan batubara dengan harga yang lebih baik, walaupun harga yang didapatkan masih berada di atas harga kebijakan DMO.

Perseroan tidak merinci seberapa banyak batubara yang berhasil didapatkan.

Namun, sampai dengan saat ini INTP masih terus berupaya untuk mendapatkan harga beli batubara yang mendekati harga DMO.

TOTL

Raih Kontrak Baru Rp 618,9 Miliar PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) meraih kontrak baru sebesar Rp 618,9 miliar hingga awal Juli 2022.

Perseroan masih terus berupaya memenuhi target kontrak baru senilai Rp 2 triliun pada tahun 2022. Nilai kontrak yang berhasil diraih berasal dari pembangunan Gedung Perkantoran, Pusat Perbelanjaan, Edukasi, Mixed Use, dan Hotel.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT