ADVERTISEMENT

Dibayangi Nasib Bunga Acuan BI, IHSG Diramal Bergerak di Rentang 6.825 - 6.925

Ajaib Market Research - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 08:56 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pada perdagangan kemarin (25 Juli 2022) IHSG ditutup melemah terbatas sebesar -0,41% atau -28,55 poin di level 6.858,41. Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam range 6.825 - 6.925.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, M. Julian Fadli mengungkap, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG dari dalam negeri dari Bank Indonesia (BI) yang hingga pekan ketiga Juli memperkirakan tingkat inflasi masih terkendali. Berdasarkan survei pemantauan harga, perkembangan inflasi diperkirakan sebesar 0,55% MoM.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian menyampaikan investasi di sektor manufaktur naik signifikan dari Rp167,1 triliun pada Semester I-2021 menjadi Rp230,8 triliun pada Semester I-2022. Investasi sektor manufaktur berkontribusi sebesar 39,5% dari total nilai investasi secara keseluruhan Rp584,6 triliun pada Semester I-2022.

Dari mancanegara, kekhawatiran mengenai resesi Amerika Serikat (AS) masih berlanjut seiring dengan inverted yield curve di obligasi Pemerintah AS. US Treasury Yield tenor 2 tahun ditutup di level 2,97% (-12 bps), sementara Yield 10 tahun turun pada level 2,75% (-13 bps) akhir pekan lalu.

Dari sisi makro ekonomi, Bank Sentral Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) mengumumkan laju inflasi inti naik mencapai 4,4% YoY di bulan Juni, menjadi yang tertinggi sejak November 2008 dan kenaikan 3,6% YoY di bulan Mei. MAS memproyeksikan inflasi inti akan mencapai puncaknya di Kuartal III-2022, sebelum akhirnya melambat di akhir tahun ini.

Saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas:

AKRA
Buy: 1.095
TP: 1.130
Stop loss: <1.065

AKRA terdapat candlestick bullish harami dengan konfirmasi volume yang menguat, bersamaan dengan MACD bergerak uptrend menuju level positif.

Kinerja AKRA pada Kuartal I-2022 mencatatkan laba periode berjalan yang naik 73% secara YoY menjadi Rp955 miliar dari sebelumnya Rp550 miliar. Pencapaian tersebut didukung penuh oleh kenaikan pendapatan yang tumbuh 106,4% YoY.

AKRA juga berencana untuk membagikan dividen interim dengan total nilai Rp493 miliar atau setara Rp25 per lembar saham.

DMMX
Buy: 1.525
TP: 1.575
Stop loss: <1.480

DMMX ditutup menguat di atas MA-5 dengan konfirmasi volume menguat, stochastic di area oversold dan MACD bar di level positif. DMMX menyiapkan Rp120 miliar untuk alokasi CAPEX di tahun ini, DMMX berpotensi untuk melakukan digitalisasi promosi.

DMMX masuk ke dalam daftar IDX-80 menjadi tambahan katalis positif. Net foreign buy di saham DMMX pada perdagangan 25 Juli 2022 sebesar Rp13,6 miliar.

KLBF
Buy: 1.690
TP: 1.740
Stop loss: <1.660
Penurunan harga dan volume mengindikasikan tekanan jual pada saham KLBF sudah berkurang dan akan berpotensi naik, dengan ditutup di atas MA-20 dan MA-50, MACD line pada area positif.

KLBF membeli 80% saham Sanofi pada PT Aventis Pharma yang akan efektif pada Kuartal IV-2022. Hal ini berpotensi positif terhadap pertumbuhan bisnis KLBF karena dapat menambah lebih banyak produk obat-obatannya seperti obat terapeutik untuk diabetes dan kardiovaskular dan juga vaksin.

INDY
Buy: 2.510
TP: 2.590
Stop loss: <2.450
INDY ditutup menguat di atas MA-5 dan MA-20, volume menguat signifikan, MACD bergerak pada level positif.

INDY berkolaborasi dengan Foxconn membangun ekosistem EV di Indonesia. INDY akan meluncurkan kendaraan listrik roda dua pada Semester II-2022. Diversifikasi bisnis INDY mampu menopang kekuatan fundamental INDY ke depan.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi yang dikutip detikcom dari Ajaib Sekuritas dibuat melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT