ADVERTISEMENT

BBM Naik, IHSG Diprediksi Melemah

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 05 Sep 2022 08:48 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Artha Sekuritas

IHSG pekan lalu ditutup menguat. IHSG ditutup di level 7,177.17 (+0.33%). IHSG ditutup menguat terbatas meskipun dibayangi banyak ketidak pastian dimana investor masih menanti rilis data Non Farm Payroll dari Amerika Serikat. Di sisi lain, dari dalam negeri beberapa emiten merilis hasil kinerja yang cukup baik untuk 1H22.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 31,318,44 (-1.07%), NASDAQ ditutup 11,630.86 (-1.31%), S&P 500 ditutup 3,924.26 (-1.07%). Wall Street kembali ditutup melemah pada akhir pekan lalu setelah sempat naik cukup tajam pada awal sesi perdangan setelah laporan penggajian AS bulan Agustus melampaui ekspektasi, dengan pendapatan per jam rata-rata naik 0.3%. Perekrutan baru juga lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, beberapa kekhawatiran tentang The Fed yang akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga mereda. Sektor Energi adalah satu-satunya sektor pada indeks utama S&P yang mengakhiri sesi di wilayah positif.

IHSG diprediksi Melemah
Resistance 2 : 7,237
Resistance 1 : 7,207
Support 1 : 7,146
Support 2 : 7,115

IHSG diprediksi melemah, Candlestick membentuk doji dengan stochastic berada di level overbought sehingga rawan mengalami koreksi dalam jangka pendek. Pergerakan diperkirakan akan terbatas dikarenakan minim sentimen terutama dari data ekonomi pada awal pekan ini.

Mirae Asset Sekuritas

IHSG ditutup menguat 0.3% pada hari Jumat, dipimpin oleh kenaikan di sektor energi, bahan dasar, dan keuangan, yang sebagian diimbangi oleh kerugian di sektor teknologi. Pemerintah Indonesia memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi (Pertalite) menjadi Rp10,000 per liter (naik 30.7%) dan solar bersubsidi menjadi Rp6,800 per liter (naik 32.0%) pada Sabtu. Ekonom kami memperkirakan kenaikan harga bahan bakar yang cukup besar akan meningkatkan inflasi menjadi 7.1% dan memicu Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 4.5% (dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 4.0%). Kami menilai kenaikan harga BBM bisa memicu koreksi IHSG. Namun, menurut kami koreksi tersebut seharusnya berumur pendek, mengingat kenaikan harga BBM justru mengurangi risiko makro Indonesia 2023. Menurut kami, sektor yang seharusnya mengungguli kenaikan harga BBM saat ini adalah sektor keuangan, kebutuhan pokok konsumen, dan sektor terkait batu bara.

Indeks ekuitas AS membalikkan kenaikan awal sesi menjadi berakhir lebih rendah pada hari Jumat karena investor menilai laporan pekerjaan terbaru untuk petunjuk seputar ukuran kenaikan suku bunga Fed berikutnya akhir bulan ini. Pada data ekonomi AS, laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja menandainya sebagai "Goldilocks", tidak memacu tindakan Fed yang lebih agresif atau menghasut kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi. Ekonomi AS menambahkan 315,000 non-farm payrolls pada bulan Agustus (vs konsensus: 298,000), sementara tingkat pengangguran secara tak terduga naik menjadi 3.7% (vs konsensus: 3.5%). Selain itu, kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja membantu inflasi upah stabil di 5.2% YoY, memberikan tanda bahwa pasar pekerjaan dapat sedikit melemah, berpotensi mengurangi tekanan pada pejabat bank sentral untuk mempertahankan laju kenaikan suku bunga Fed yang jumbo saat ini.

Teknikal

IHSG Daily, 7,177.18(+0.34%), consolidation, daily trading range 7,144 - 7,215, cut loss level di 7,010. Indikator MFI optimized indicator, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Indeks ini masih berada di atas center line Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly indikator MFI optimized relative flat, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized mulai bergerak naik.

- ESSA Daily, 1,120 (+2.75%), trading buy, TP 1,200, daily trading range 1,090 - 1,170, cut loss level di 1,030. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan W%R optimized cenderung bergerak naik lebih lanjut. Harga saat ini di atas center line pada Bollinger Bands Optimized.

- AKRA Daily, 1,150 (-2.54%), trading buy, TP 1,270, daily trading range 1,140 - 1,190, cut loss level di 1,120. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Harga masih di atas center line pada Bollinger Bands optimized.

- PGAS Daily, 1,815 (+0.55%), buy on weakness, TP 1,890, daily trading range 1,795 - 1,850, cut loss level di 1,760. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized, indikator W%R optimized sudah berada di oversold area dan mulai bergerak naik. Harga masih di atas center line pada Bollinger Bands Optimized.



Simak Video "GoTo Akan IPO, Ini Kata Analis"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT