IHSG Diprediksi Menguat, Januari Effect Penopangnya

ADVERTISEMENT

IHSG Diprediksi Menguat, Januari Effect Penopangnya

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 10 Jan 2023 08:15 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini tidak setebal sebelumnya. Namun diyakini Januari Effect masih berlangsung dan bisa menopang laju IHSG hari ini.

Menurut riset NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKSI), Wall Street, indeks Dow Jones turun tipis 0,34% atau 112 point. Penurunan didominasi oleh sektor Kesehatan yang melaporkan kinerja penjualan yang lemah, serta sektor energi yang kurang bersemangat, walaupun harga minyak dunia menguat didukung adanya optimism bahwa demand dari china akan meningkat seiring pembukaan border, ditambah lagi USD yang melemah semakin mendorong harga minyak naik.

DJI ditemani oleh S&P500 yang kempis 0,1%, sementara Nasdaq menguat 0,63% didukung oleh turunnya US 10-year Treasury yield yang masih terus turun dari hari Jumat Ketika angka pertumbuhan tenaga kerja AS mulai terlihat melunak. Hal itu emberikan sentimen yang mendukung sektor Technology seiring adanya harapan bahwa The Fed mungkin bisa mulai mengurangi nada hawkish.

Sementara itu Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2022 mencapai 119,9; lebih tinggi dibandingkan 119,1 pada bulan sebelumnya. Hal ini didorong oleh kenaikan pada indeks penghasilan.

Kemarin IHSG masih melanjutkan penguatan walau tipis saja 3.7 point dalam perdagangan yang cukup volatile, sehingga membuat candle serupa Doji pada penutupan perdagangan kemarin. Dengan rentang High - Low : 6727 - 6638 maka area -area tersebut akan menjadi level Resistance dan Support terdekat hari ini.

NHKSI RESEARCH merasa IHSG masih punya peluang untuk kembali akhiri fase Bottoming ini dengan berusaha menuju TARGET January Effect di sekitar angka 6800, yang merupakan titik temu MA10 & MA20. Advise Buy atau Average Up bertahap masih paling bijak diberikan di tengah situasi market seperti saat ini.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT