IHSG Diramal Dekati 7.000, Intip Saham-saham yang Bisa Cuan

ADVERTISEMENT

IHSG Diramal Dekati 7.000, Intip Saham-saham yang Bisa Cuan

tim detikcom - detikFinance
Senin, 30 Jan 2023 08:27 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pada perdagangan akhir pekan lalu (27/1), IHSG ditutup menguat sebesar +0,50% atau +34,16 poin di level 6.898,98. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih meramalkan IHSG hari ini bergerak mixed mendekati level 7.000 dalam rentang level 6.847 - 6.952.

Sejumlah informasi penting bakal jadi penggerak IHSG hari ini, salah satunya datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyiapkan dana APBN sebesar Rp481 miliar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, inflasi pada Januari 2023 diprediksi di level 0,5% MoM, dalam periode tahunan di proyeksikan tumbuh 5,4% YoY pada Januari 2023.

Hal tersebut dikarenakan adanya efek liburan natal dan tahun baru pada akhir tahun 2022 dan dilanjutkan momentum imlek pada awal tahun sehingga terjadi peningkatan permintaan ditengah masalah stok supply yang terbatas.

Dari mancanegara, PCE Price Index Amerika Serikat pada periode Desember 2022 tercatat pada level 5% YoY atau 0,1% MoM. Core PCE Price Index Amerika Serikat pada Desember 2022 tercatat di level 4,4% YoY atau 0,3% MoM.

Sementara itu, Jepang mencatat Consumer Price Index periode Januari 2023 tumbuh 4,4% YoY, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang tercatat di level 4% YoY.

Saham - saham pilihan Ajaib Sekuritas

SLIS

Buy : 210

TP :218

Stop loss : 204

Morning star candle dengan konfirmasi volume yang naik signifikan, stochastic bergerak goldencross pada area oversold dan MACD bearish terbatas indikasi bullish continuation. Kinerja SLIS cemerlang, berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih 25% yoy mencapai Rp25,46 miliar. Rencana pemerintah terkait pemberian subsidi kendaraan listrik akan mendorong peningkatan kapasitas volume produksi SLIS sehingga memicu peningkatan profitabilitas ke depan.


DRMA

Buy : 585

TP : 605

Stop loss : 570

Tertahan di atas MA 5 hari, stochastic goldencross di area netral indikasi berpeluang bullish short term, MACD bar histogram dalam momentum positif. Kinerja DRMA sepanjang kuartal III 2022 mencatat pertumbuhan net profit mencapai 74% QoQ. Prospek DRMA ke depan cukup positif dengan fokus bisnis komponen kendaraan listrik, di mana tren permintaan kendaraan listrik ke depan diproyeksi dapat tumbuh.


SIDO

Buy : 760

TP : 785

Stop loss : 745

SIDO bergerak uptrend jangka pendek, indicator stochastic naik dengan MACD bar histogram dalam momentum positif. Berpotensi melanjutkan bullish trend. SIDO mengalokasikan capex sebesar Rp197 miliar di tahun ini untuk ekspansi. Net foreign buy secara YTD sebesar Rp2,74 miliar dan beberapa investor asing seperti Blackrock juga rutin mengakumulasi SIDO. Katalis positif lainnya adalah ditambahkannya SIDO dalam LQ45 periode Februari - Juli 2023.


Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun melalui riset internal, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai pertimbangan yang matang.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT