SUN Kembali Diburu Asing

SUN Kembali Diburu Asing

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2008 12:16 WIB
SUN Kembali Diburu Asing
Jakarta - Investor asing kembali memburu surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah Indonesia. Selisih yang cukup besar antara yield rata-rata SUN dengan BI Rate disinyalir menjadi pendorong utamanya.

"Selisih yield sebesar 250 basis poin mendorong investor asing memilih Indonesia ketimbang negara lain sebagai tempat menanamkan modalnya. Biasanya kan selisihnya hanya di kisaran 50-100 basis poin," ujar Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI), Guntur Pasaribu.

Hal itu disampaikan Guntur usai pencatatan perdana ORI005 di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Kamis (4/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dipublikasikan, kepemilikan asing di SUN naik drastis menjadi Rp 108,05 triliun per 2 September 2008. Pada akhir 2007 posisinya masih sebesar Rp 78,16 triliun.

Artinya selama periode Desember 2007 hingga September 2008, kepemilikan asing bertambah Rp 29,89 triliun atau tumbuh 38,24%. Padahal pertumbuhan jumlah SUN yang diterbitkan pemerintah hanya sebesar 11,83% menjadi Rp 534,29 triliun pada 2 September 2008. Akhir 2007, jumlah SUN masih sebesar Rp 477,75 triliun.

"Penguatan mata uang dollar terhadap seluruh mata uang dunia meningkatkan konfiden investor asing, sehingga mendorong mereka mencari penempatan dana," jelas Guntur.

Senada dengan Guntur, Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto mengatakan meningkatnya komposisi asing di SUN didorong oleh meningkatnya kepercayaan asing terhadap perekonomian Indonesia jangka panjang.

"Peningkatan asing menunjukkan bertambahnya kepercayaan mereka terhadap perekonomian Indonesia jangka panjang," ujar Rahmat.

Sementara kepemilikan institusi perbankan di SUN mengalami penurunan. Posisi per 2 September 2008 sebesar Rp 261,65 triliun, turun tipis 2,6% dari posisi Desember 2007 sebesar Rp 268,65 triliun.

Kepemilikan Bank Indonesia di SUN per 2 September 2008 sebesar Rp 17,75% naik 19,45% dari posisi Desember 2007 sebesar Rp 14,86 triliun.

Sementara kepemilikan lembaga non bank, terdiri dari reksa dana, asuransi, asing, dana pensiun, sekuritas dan lain-lain di SUN per 2 September 2008 sebesar Rp 254,88 triliun, naik 31,22% dari posisi Desember 2007 sebesar Rp 194,24 triliun. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads