"Diantaranya untuk stabilisasi rupiah dan membayar utang, yang terakhir untuk kepentingan membayar Haji " ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/9/2008).
Pada akhir Juli lalu, cadangan devisa Indonesia untuk pertama kalinya menembus US$ 60 miliar, tepatnya US$ 60,563 miliar, setara dengan 4,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi juga menegaskan, penurunan cadangan devisa ini sama sekali tak terkait dengan defisit neraca perdagangan pada Juli 2008.
"Itu hal yang berbeda, cadangan devisa adalah aset luar negeri yang dimiliki oleh BI dan pemerintah, sedangkan neraca perdagangan adalah transaksi yang dilakukan pelaku ekonomi," jelas Budi. (qom/ir)











































