Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman Hadad mengatakan untuk kredit saat ini pertumbuhannya sudah cukup, tapi sebaliknya dana deposan malah turun.
"Kebijakan (BI Rate) ini sudah normal, tentu saja saya pikir respons yang paling cepat dilakukan bank ya menaikan tingkat suku bunganya," kata Muliaman di gedung depkeu, Jakarta, Kamis malam (5/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan kredit sudah cukup, tapi depositonya turun, jadi ada kebutuhan dari bank-bank dan saya pikir dalam waktu-waktu ini memang kebutuhan itu cukup banyak," katanya.
BI mencatat pertumbuhan kredit hingga akhir Agustus 2008 mencapai 35% padahal target BI sepanjang tahun ini sebesar 24%. Menurut Muliaman peningkatan kredit ini adalah untuk modal kerja atau kredit dagang sehingga ada aktivitas ekonomi.
Diakui Muliaman, saat ini perbankan dihadapkan dengan pilihan apakah permintaan terhadap kredit tetap tinggi, apakah kredit itu memang sudah dikomitmenkan sejak lama. Kalau sudah komitmen sejak lama, ada kewajiban bank untuk memenuhi.
"Kalau dia harus memenuhi, kan dia harus cari likuiditasnya juga. Jadi saya kira karena ada kebutuhan saja," katanya.
Sementara kinerja perbankan sejauh ini menurut Muliaman cukup sehat dengan rasio kredit macet (NPL) yang menurun, rasio dana terhadap kredit atau LDR meningkat serta permintaan terhadap kredit yang masih tinggi. (ir/ir)











































