Demikian sumber-sumber yang dikutip oleh New York Times dan Washington Post seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/9/2008).
Sementara Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS kini sedang memfinalisasi rencana untuk memperbaiki kedua perusahaan tersebut, termasuk pergantian pejabat tingginya. Rencana itu kabarnya akan segera diumumkan pada akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah dan Bank Sentral AS telah memanggil pejabat penting Fannie Mae dan Freddie Mac pada Jumat kemarin, dan mengatakan kepada mereka bahwa kedua perusahaan itu akan diambil alih oleh negara.
Pejabat kedua perusahaan itu juga sudah diberitahu perihal pergantian manajemen, sementara perusahaan dapat terus berjalan dengan dukungan pemerintah untuk utang-utang mereka.
Menurut New York Times, tidak mungkin menghitung nilai dari dana talangan pemerintah untuk kedua perusahaan itu. Namun potensi utang yang besar dari kedua perusahaan itu membuat para pembayar pajak harus membayar hingga puluhan miliar dolar sekaligus mengukir sejarah bailout terbesar di AS.
Pemerintah AS pada 14 Juli lalu mengumumkan upaya penyelamatan darurat untuk dua perusahaan pembiayaan perumahan terbesar negara paman Sam tersebut, Fannie Mae dan Freddie Mac.
Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral (Federal Reserve) mengumumkan berbagai kebijakan untuk memberikan pinjaman uang dan membeli sahamnya jika diperlukan untuk Freddie Mac dan Fannie Mae.
Rencana ini diperlukan untuk menenangkan investor, setelah harga saham kedua perusahaan itu anjlok hingga 40% akibat ketakutan akan ambruknya perusahaan.
Fannie dan Freddie memiliki atau menjamin utang senilai US$ 5 triliun, atau separuh dari nilai pembiayaan perumahan AS. Bank-bank asing, terutama dari Asia menguasai US$ 979 miliar surat berharga dan surat berharga berbasis hipotek. (qom/qom)











































