Kedua perusahaan itu kini ditempatkan dalam 'conservatorship' milik pemerintah AS, guna memulihkan sistem finansial dari kerugian pembiayaan perumahan secara besar-besaran.
Pengambilalihan Fannie Mae dan Freddie Mac itu diumumkan secara langsung oleh Menteri Keuangan Henry Paulson dan Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal AS James Lockhart, Minggu (7/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kedua GSE ini kini berada dalam consevatorsip, maka mereka tidak lagi dikelola dengan strategi untuk memaksimalkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham, sebuah strategi yang secara historis meningkatkan pengambilan risiko," jelas Paulson dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Senin (8/9/2008).
Salah satu keputusan penting dalam rencana penyelamatan Fannie Mae dan Freddie Mac adalah Depkeu dan Badan Keuangan Perumahan Federal AS memungkinkan untuk menerbitkan saham preferen (saham istimewa) yang memungkinkan kedua perusahaan tersebut tetap positif modalnya.
Ini artinya dana tunai akan diinjeksikan jika diperlukan, dan langkah ini lebih efektif ketimbang suntikan modal sekaligus.
"Dengan kesepakatan ini, maka Depkeu akan menerima saham preferen senior dan waran yang melindungi para pembayar pajak," jelas Paulson.
Pengumuman ini sekaligus menjadi akhir dari penyelesaian dua perusahaan pembiayaan yang sangat vital bagi negara adikuasa tersebut. Kedua perusahaan itu kini memiliki atau menjamin hampir setengah dari utang pembiayaan perusahaan di AS senilai US$ 12 triliun.
Sektor perumahan AS memang sedang diterpa krisis yang luar biasa parah, dengan kredit macet sektor perumahan kini sedang menjamur.
Fannie Mae merupakan perusahaan pembiayaan perumahan yang didirikan pada tahun 1938 atas permintaan presiden Franklin D Roosevelt. Sementara Freddie Mac didirikan pada tahun 1970, guna memberikan kompetisi dengan Fannie Mae.
Baik Fannie Mae maupun Freddie Mac didirikan untuk memberikan pembiayaan perumahan murah bagi rakyat AS. Kedua perusahaan tidak mendapatkan pendanaan sama sekali dari pemerintah AS, namun 5 dari 18 direktur Freddie Mac ditunjuk oleh pemerintah AS.
Fannie Mae memiliki 4.700 pegawai dan bermarkas di Washington, sementara Freddie Mac memiliki 5.000 karyawan dan berlokasi di MacLean, Virginia.
Kedua perusahaan ini tidak memberikan pembiayaan langsung kepada para pembeli rumah. Namun keduanya membantu pasar perumahan AS dengan membelinya dari perbankan dan pihak yang menyewakan rumah, 'mengolahnya' menjadi surat berharga untuk kemudian menjualnya kepada investor.
Kreditor selanjutnya dapat menggunakan hasil dari menjual pinjaman yang dijamin oleh Fannie Mae dan Freddie Mac untuk mendanai pinjaman rumah baru.
Kedua perusahaan itu juga meningkatkan likuiditas dan kemampuan pendanaan hipotek dengan menerbitkan surat utang kepada investor internasional.Tak heran, krisis kedua perusahaan ini mampu menyeret-nyeret juga institusi keuangan internasional. Sejumlah bank-bank investasi diluar AS diketahui juga memiliki eksposure di subprime mortgage AS ini.
Dana yang diperoleh dari penerbitan utang itu selanjutnya digelontorkan lagi ke pasar pembiayaan perumahan, sehingga kreditor dapat mendapatkan modal yang lebih banyak.
Freddie Mac memiliki portofolio utang sekitar US$ 1,5 triliun, sementara Fannie Mae sekitar US$ 700 miliar. Keduanya memiliki atau menjamin US$ 5,2 triliun utang atau sekitar 40% dari total nilai kredit rumah di AS.
Masalah muncul ketika sejumlah bank dan para kreditor perumahan mengalami kerugian besar dalam pembukuan hipoteknya sehubungan dengan meningkatnya penyitaan rumah dan anjloknya penjualan rumah akibat melemahnya sektor perumahan AS dalam dua tahun terakhir.
Akibat belitan berbagai masalah tersebut, saham keduanya sudah merosot hingga 90%. Namun keduanya menegaskan masih memiliki modal yang cukup.
(qom/qom)











































