Bank Permata Syariah Sukses Lewati Minus

Bank Permata Syariah Sukses Lewati Minus

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 14:04 WIB
Jakarta - Laba bersih Unit Usaha Syariah Bank Permata (PermataBank Syariah) mencapai Rp 20,9 miliar atau meningkat hingga 441% selama Semester I-2008. Pada periode semester I-2007, PermataBank Syariah masih mencatat rugi hingga Rp 6,1 miliar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan.  Pendapatan operasional  seperti  Margin Murabahah tercatat Rp 37,6 miliar atau mengalami kenaikan hingga 356% dari Rp 8,2  miliar.  

Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 11,0 miliar atau tumbuh 363% dari Rp 2,4 miliar di bulan Juni 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan pembiayaan terutama dikontribusi oleh pembiayaan Murabahah (pembiayaan dalam bentuk akad  jual beli/ piutang) sebesar Rp 701,3  miliar dibandingkan dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 154,2 miliar atau meningkat hingga Rp  547,1 miliar.

Namun kenaikan pembiayaan itu tidak disertai dengan kenaikan Non Performing Financing (NPF). Per Juni 2008 NPF PermataBank Syariah tercatat  4,1%  atau  mencatat  perbaikan  yang  signifikan dari 28,3% pada periode yang  sama  tahun  lalu.

"Kami mengucapkan syukur atas  perbaikan  kinerja  yang  dapat kami capai pada Semester pertama 2008 ini.  Transformasi  model  bisnis yang telah kami lakukan selama ini dengan menggabungkan  bisnis  syariah  dan  infrastruktur,  pengembangkan berbagai produk  dan  layanan  yang  sesuai  dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya," kata Kepala Unit Usaha Syariah  PermataBank  Adrian A. Gunadi dalam siaran persnya, Senin (8/9/008).

Dari  sisi  aset  PermataBank  Syariah  mengalami  pertumbuhan  yang  cukup signifikan.  Per  Juni 2007 aset PermataBank Syariah baru mencapai Rp 330,2 miliar,  saat  ini  telah  mencapai  Rp  1,2 triliun, mengalami peningkatan sebesar  874,4 miliar atau 265%.

Sementara jumlah penghimpunan dana juga menunjukkan perkembangan. Dana murah berupa Simpanan Wadiah (Giro) dan Tabungan Mudharabah  masing-masing  tercatat  Rp 52,5  miliar dan Rp 79,9 miliar per posisi  Juni 2008. Dana pihak ketiga ini tumbuh sebesar 154% dari semula Rp 20,6  miliar  untuk  Simpanan Wadiah  (Giro)  dan 100% dari semula Rp 39,9 miliar untuk Tabungan Mudharabah.

PermataBank  Syariah  pun  mencatat  posisi permodalan yang kuat pada akhir Juni  2008,  dengan  rasio  kecukupan  modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 17,9%, diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%. Begitu pula tingkat  efisiensi  yang  ditunjukkan  oleh  BOPO yang dapat ditekan hingga 35,7% dari posisi semula 109% di bulan Juni 2007.






(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads