Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan. Pendapatan operasional seperti Margin Murabahah tercatat Rp 37,6 miliar atau mengalami kenaikan hingga 356% dari Rp 8,2 miliar.
Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 11,0 miliar atau tumbuh 363% dari Rp 2,4 miliar di bulan Juni 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kenaikan pembiayaan itu tidak disertai dengan kenaikan Non Performing Financing (NPF). Per Juni 2008 NPF PermataBank Syariah tercatat 4,1% atau mencatat perbaikan yang signifikan dari 28,3% pada periode yang sama tahun lalu.
"Kami mengucapkan syukur atas perbaikan kinerja yang dapat kami capai pada Semester pertama 2008 ini. Transformasi model bisnis yang telah kami lakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangkan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya," kata Kepala Unit Usaha Syariah PermataBank Adrian A. Gunadi dalam siaran persnya, Senin (8/9/008).
Dari sisi aset PermataBank Syariah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Per Juni 2007 aset PermataBank Syariah baru mencapai Rp 330,2 miliar, saat ini telah mencapai Rp 1,2 triliun, mengalami peningkatan sebesar 874,4 miliar atau 265%.
Sementara jumlah penghimpunan dana juga menunjukkan perkembangan. Dana murah berupa Simpanan Wadiah (Giro) dan Tabungan Mudharabah masing-masing tercatat Rp 52,5 miliar dan Rp 79,9 miliar per posisi Juni 2008. Dana pihak ketiga ini tumbuh sebesar 154% dari semula Rp 20,6 miliar untuk Simpanan Wadiah (Giro) dan 100% dari semula Rp 39,9 miliar untuk Tabungan Mudharabah.
PermataBank Syariah pun mencatat posisi permodalan yang kuat pada akhir Juni 2008, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 17,9%, diatas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%. Begitu pula tingkat efisiensi yang ditunjukkan oleh BOPO yang dapat ditekan hingga 35,7% dari posisi semula 109% di bulan Juni 2007.
(qom/ir)











































