Yield Tak Wajar, SUN Batal Dilepas

Yield Tak Wajar, SUN Batal Dilepas

- detikFinance
Selasa, 09 Sep 2008 16:08 WIB
Yield Tak Wajar, SUN Batal Dilepas
Jakarta - Tingkat imbal hasil (yield) yang diminta investor obligasi negara sangat tinggi. Pemerintah pun tak berani mengambil risiko melelang 3 seri obligasi negara.

"Kita tidak menentukan pemenang pada hari ini, karena yield yang diminta terlalu tinggi, itu akan merusak pasar, jadi atas pertimbangan itu kita tidak menetapkan pemenang," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (9/9/2008).

Yield yang disodorkan investor di atas kemampuan pemerintah. Investor bahkan ada yang meminta yield di atas 13,5 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya itu tidak wajar, kenapa bisa begitu ini karena kondisi likuiditas yang ketat, rupiah juga melemah, neraca perdagangan juga defisit dibandingkan kuartal pertama, pelemahan rupiah akan mempengaruhi sentimen investor asing terutama pemain pasar yang dominan," ujarnya.

Pemerintah menyadari pelaku pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi, namun yield yang disampaikan peserta lelang melebih batas beban biaya yang layak ditanggung pemerintah.

Investor yang mengikuti lelang obligasi negara juga lebih sedikit dari biasanya, banyak investor perbankan yang tidak ikut lelang karena ekspansi kredit mereka sudah tinggi. Penawaran yang disampaikan peserta lelang pun sedikit di bawah target indikatif Rp 3 triliun yakni Rp 2,9 triliun.

Untuk obligasi seri ZC0006 yang berjangka waktu tiga tahun dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 20 September 2011, penawaran yang disampaikan mencapai Rp 552 miliar dengan yield terendah 11,875 persen dan tertinggi 12,75 persen.

Seri FR0027 yang mempunyai tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,5% (pembayarankupon pada tanggal 15 Juni dan 15 Desember setiap tahun) dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2015, penawaran yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp 1,846 triliun dengan yield 12,25 persen terendah, tertinggi 12,75 persen

Sedangkan obligasi seri FR0050 yang mempunyai tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 10,5% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2038 penawaran sebesar Rp 509 miliar dengan yield terendah 12,625 persen, dan yield tertinggi 13,5 persen. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads