Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
"Melihat rencana IPO-nya tertunda, opsi BTN untuk dibeli oleh BUMN lain masih terbuka," katanya.
Menurutnya, harga saham perbankan saat ini sedang buruk sekali sehingga jika dilakukan IPO maka raupan dananya tidak akan maksimal.
Sayangnya, Sofyan enggan menyebutkan BUMN mana yang akan membeli sebagian saham milik BTN tersebut. Namun, pada Agustus 2005 lalu, Bank Negara Indonesia pernah melayangkan surat permintaan izin mengakuisisi BTN kepada Bank Indonesia.
(ang/qom)











































