Pasar Finansial Bergejolak, Penerbitan SUN Dikurangi

Pasar Finansial Bergejolak, Penerbitan SUN Dikurangi

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 10:40 WIB
Pasar Finansial Bergejolak, Penerbitan SUN Dikurangi
Jakarta - Pasar finansial dunia sedang menghadapi ketidakpastian yang luar biasa. Pemerintah pun akhirnya berniat mengurangi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan memperbaiki Neraca Pembayaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (15/9/2008).

"Ada beberapa langkah mengurangi penerbitan SUN, yang outlooknya 1,7% dari PDB. Jadi kita akan mengurangi jumlah penerbitan. Kedua, mengimprove balance of payment. Balance of payment kita tidak sejelek yang digambarkan orang," kata Anggito.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah sebelumnya dituding sebagai salah satu penyebab seretnya likuiditas di pasar keuangan. Penjualan obligasi negara yang terus dilakukan oleh pemerintah dan masih rendahnya belanja negara menjadi salah satu faktor pemicu hal itu.

Anggito menambahkan untuk membantu likuiditas Bank Indonesia (BI) diharap bisa membantu melalui Operasi Pasar Terbuka (OPT).

"Ada beberapa hal yang akan dilakukan BI, tapi tidak bisa diumumkan untuk stabilisasi pasar. Pokoknya tujuannya untuk mengurangi kekeringan likuiditas di pasar," jelasnya.

Pemerintah tetap berharap APBNP 2008 bisa berjalan lebih baik lagi mengingat harga minyak kini kecenderungannya sudah terus turun.

Menkeu Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, defisit APBNP 2008 kemungkinan bisa ditekan di bawah target 2,1%, bahkan bisa lebih rendah di bawah 1,9%. Ini disebabkan karena belanja pemerintah hingga kini masih jauh dari target, sementara penerimaan negara justru meningkat.
(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads