Bank Kesulitan Likuiditas, BI Optimalkan Repo

Bank Kesulitan Likuiditas, BI Optimalkan Repo

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 12:56 WIB
Bank Kesulitan Likuiditas, BI Optimalkan Repo
Jakarta - Bank Indonesia akan mengoptimalkan fasilitas repo untuk membantu menyelesaikan masalah ketatnya likuiditas perbankan dalam negeri. Perbankan bisa mendapatkan pinjaman likuiditas dari BI dengan menukarkan surat-surat berharga yang dimilikinya.

Repurchase agreement (repo) atau perjanjian membeli kembali ini, biasanya berbasis surat utang atau SBI merupakan operasi moneter untuk mengatasi masalah likuiditas.

Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (15/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah diberitakan ada beberapa bank yang mengalami keketatan likuiditas, kami coba lakukan penyempurnaan supaya bank-bank yang merasa terlalu ketat likuiditasnya itu tetap mempunyai channel kepada pasar uang antar bank. Tentunya mereka bisa pinjam di antara mereka. Apabila itu juga tidak ada, BI sebagai lender of the last resort window-nya selalu terbuka, kita coba lagi lihat seperti dengan fasilitias Repo kita akan kita coba optimalkan, sehingga keketatan di beberapa bank ini tidak menjadi merembet ke bank-bank yang lain," tuturnya.

Hartadi mengatakan untuk fasilitas Repo tersebut, BI akan memberikan harga yang baik dan jangka waktu yang sesuai sehingga menarik bagi bank guna menyelesaikan masalah likuiditasnya.

"Bank bisa meminjam likuiditas ke BI dengan surat-surat berharga yang mereka punyai dengan harga yang baik dan jangka waktu yang sesuai. Jangka waktu peminjaman fasilitas Repo dan suku bunga inilah yang sedang kita coba diskusikan bersama di internal BI, nanti pada waktunya akan kita kasih tahu," ujarnya.

Mengenai berapa dana yang disiapkan BI untuk fasilitas tersebut, Hartadi mengatakan BI siap untuk membantu berapa pun yang dibutuhkan perbankan.

"Pokoknya kita selalu siap, apabila kita ingin melakukan pinjaman, me-Repo-kan surat berharga, apakah itu SUN, SPN atau apapun. Pokoknya kita selalu siap stand ready, berapapun, yang dilakukan oleh perbankan," ujarnya.

Sekedar informasi, perbankan nasional saat ini sedang mengalami pengetatan likuiditas karena agresifnya pemberian kredit. Pemberian kredit yang agresif ini ternyata tidak diikuti dengan peningkatan dana masyarakat sehingga bank kini berupaya memberikan bunga tinggi untuk menarik dana masyarakat.Β 
(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads