Si Bangkrut Lehman Juga Pegang Surat Utang Indonesia

Si Bangkrut Lehman Juga Pegang Surat Utang Indonesia

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 07:33 WIB
Si Bangkrut Lehman Juga Pegang Surat Utang Indonesia
Jakarta - Lehman Brothers yang sudah mendeklarasikan meminta perlindungan kebangkrutan ternyata merupakan salah satu pemegang surat utang Indonesia. Namun pemerintah tak khawatir kebangkrutan Lehman akan memberi dampak yang besar.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengakui Lehman Brothers yang mengalami kebangkrutan merupakan salah satu stakeholder pemerintah.

"Dia termasuk stakeholder juga. Dia pegang beberapa bonds (obligasi) kita. Tapi dampaknya kecil sekali, kan jumlahnya tidak signifikan. Dia kan juga tidak beli sendiri, joint dengan beberapa investor. Mereka perantara saja. Yang beli bukan dia, tapi banyak yang melalui dia," tuturnya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2008) petang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun untuk kasus American International Group (AIG), jika memang runtuh, maka menurut Anggito akan memberi pengaruh karena perusahaan asuransi terbesar itu memegang sejumlah obligasi pemerintah.

"Kalau AIG barangkali. Tapi kita belum tahu, karena dia juga pegang dana orang lain. Lagipula jumlahnya juga kecil dibanding total size mereka. Jadi kita tidak khawatir," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan dampak kejatuhan lembaga keuangan di Amerika Serikat mulai menjalar kepada lembaga asuransi seperti AIG.

"AIG merupakan stakeholder kita yang memegang sejumlah obligasi pemerintah," ujarnya.

Pemerintah dan Bank Sentral AS sendiri kini sedang mati-matian menyelamatkan AIG yang memegang aset lebih dari US$ 1 triliun. Kabarnya, AIG sedang mencari suntikan dana hingga US$ 75 miliar untuk menghindari kekurangan likuiditas dan kebangkrutan.

Kemarin Saham AIG kembali anjlok lebih dari 70% sejak pembukaan, sebelum akhirnya naik tipis. Saham AIG akhirnya ditutup turun 21% ke level 3,75 sen. Saham AIG pada Senin kemarin anjlok hingga 60%.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads