Bank Mandiri Segera Teken Restrukturisasi Utang Bosowa

Bank Mandiri Segera Teken Restrukturisasi Utang Bosowa

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 11:55 WIB
Bank Mandiri Segera Teken Restrukturisasi Utang Bosowa
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk dan PT Semen Bosowa Maros akan menandatangani kesepakatan restrukturisasi utang macet sebesar Rp 1,1 triliun pada pekan ini. Bentuk restrukturisasi terdiri atas penjadwalan ulang dan pelunasan sebagian utang.

Direktur Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan, pelaksanaaan restrukturisasi utang macet ini merupakan program akselerasi perbaikan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL).

"Dengan Bank Mandiri kesepakatannya akan ditandatangani minggu ini," jelasnya di acara buka puasa bersama di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa malam (16/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan membaiknya pasar semen, Bosowa berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) perusahaan. Untuk itu, Bosowa harus memperbaiki kinerja keuangannya. Perusahaan ini telah menjadwal sejumlah utang mereka di perbankan seperti yang telah dilakukan di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Bosowa dan BNI telah mencapai kesepakatan restrukturisasi debitor macet dengan nominal Rp 584 miliar. Sehingga, Bosowa bisa mencicil utang sampai 2013 dengan bunga komersial 12%.

Menurutnya, setelah melakukan negosiasi panjang, perseroan telah menemukan titik temu kesepakatan dengan Bosowa. Kesepakatan ini untuk menyelesaikan kredit macet yang hingga kini membebani kinerja keuangan kedua perusahaan.

"Bosowa minggu ini akan signing, kalau tidak hari Kamis hari Jumat. Nanti akan ada pembayaran dan sisanya akan diatur lagi pembayarannya. Misalnya tahun ini akan dibayar sekitar 10%, kalau dia mampu IPO tahun depan akan ada pembayaran lebih besar. Jika tidak atau mundur IPO-nya akan ada pembayaran 10% lagi. Total pinjamannya sekitar Rp1,1 triliun," jelas Abdul.

Pemberian kapasitas restrukturisasi ini menurut Abdul Rachman didasari perbaikan kinerja Bosowa. Sebagai salah satu pemasok semen di kawasan timur Indonesia, industri semen Bosowa meningkat pesat.

Bahkan, saat ini Bosowa sudah percaya diri untuk melakukan IPO guna mendapatkan tambahan dana bagi pelunasan utang dan perbaikan kinerja. "Karena sebenarnya industrinya bagus," tegas Abdul.

Rasio NPL

Pada Kesempatan sama, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo menyatakan perbaikan rasio NPL Mandiri sudah berjalan baik. Bahkan, saat ini posisi Nett NPL perusahaan pelat merah ini sudah berada di bawah 1% atau sekitar 0,9%. Dengan kesepakatan baru ini dipastikan rasio NPL di triwulan III-2008 akan semakin kecil. (ang/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads