Robert W. Bush, CEO dan Presiden Direktur AIG Life menjelaskan, perusahaannya tetap menjalankan aktivitas bisnisnya berjalan normal, sekalipun krisis keuangan melanda AS dan memberi dampak pada induknya AIG Inc.
AIG Life Indonesia menghimbau nasabah dan mitra bisnis untuk tidak khawatir dengan perkembangan yang terjadi karena AIG Life Indonesia memiliki kekuatan modal dan solvensi yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, AIG Life Indonesia saat ini memiliki rasio kecukupan modal dan solvensi yang kuat. Hal ini menjadi penting untuk diketahui sebagai penegasan komitmen AIG Life dalam memenuhi seluruh kewajibannya kepada nasabah dan mitra bisnis.
"Saat ini AIG LIFE Indonesia memiliki rasio kecukupan modal dan solvensi yang kokoh. Kami memiliki modal dan cadangan teknis yang cukup untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah dan mitra bisnis kami," imbuhnya.
Seperti diketahui, The Fed sepakat untuk memberikan pinjaman kepada AIG itu berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga setara dengan London Interbank Rate (LIBOR) plus 850 basis poin. Utang itu diharapkan bisa dibayar dari hasil penjualan aset-aset perusahaan. Pemerintah AS selanjutnya akan menguasai 79,9% saham AIG dan hak untuk memveto pembayaran dividen pemegang saham biasa dan istimewa.
"Tujuan dari fasilitas likuiditas ini adalah untuk membantu AIG memenuhi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo. Pinjaman ini akan memfasilitasi sebuah proses yang memungkinkan AIG untuk menjual sebagian bisnisnya sesuai aturan dengan kemungkinan gangguan pada keseluruhan ekonomi secara minimal," imbuh The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP.
"Kami akan tetap fokus dalam menjalankan bisnis di Indonesia dan terus mengikuti perkembangan yang terjadi di AS. kami berharap seluruh nasabah dan mitra bisnis AIG Life tetap tenang dan memberi perhatian yang proporsional. Bisnis AIG Life Indonesia berjalan seperti biasa untuk mencapai target pertumbuhan di tahun 20008 ini," ujar Robert W. Bush. (qom/ir)











































