Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam acara konferensi pers di Gedung BI, Jl M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
"Sudah mencapai 30% (dari total kartu kredit beredar), yang sudah bermigrasi ke chip per Juli 2008 sudah mencapai 3.266.888 kartu chips," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BI, hingga kini setidaknya sudah ada beberapa bank yang telah melakukan migrasi 100% antara lain Bank NISP, Panin Bank, HSBC dan UOB Buana. Sedangkan untuk bank-bank BUMN seperti Bank BNI, Bank Mandiri masing-masing kurang lebih baru mencapai 30%.
"Baik yang baru dan yang ganti, harus sudah pakai chip per 31 Desember. Kelihatannya sudah ada beberapa bank yang mendahului karena ini untuk pengamanan," imbuhnya.
Menurutnya, dengan adanya migrasi ke chips ini, kartu kredit bisa lebih aman dari pemalsuan yang kerap terjadi beberapa tahun terakhir ini. Meskipun hingga saat ini BI belum memastikan sejauhmana efektifitas dari migrasi ini.
"Yang terpenting penting lebih aman, tapi kita belum melihat sejauhmana, tapi berdasarkan pengalaman negara-negara lain itu lebih aman dari pemalsuan seperti di Malaysia," ujarnya. (hen/qom)











































