Menurut juru bicara Gedung Putih Tony Fratto, Presiden Bush kini masih berada di Washington dan terus bekerja dengan para penasihat ekonominya. Mereka membahas solusi untuk menangani krisis finansial di AS yang menular ke berbagai belahan dunia ini.
"Kesehatan pasar finansial kita sangat penting bagi perekonomian AS dan presiden masih fokus untuk mengambil langkah stabilisasi serta memperkuat pasar kami serta memulihkan kepercayaan pasar," ujar Fratto seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tsunami pasar keuangan telah menyebabkan bank-bank investasi besar runtuh. Raksasa Lehman Brothers yang sudah berusia 158 tahun pun akhirnya bangkrut setelah tak mampu mendapatkan suntikan dana, untuk meredam kredit macetnya.
Sedangkan Merrill Lynch akhirnya mendapatkan pertolongan dari Bank of America dalam sebuah kesepakatan akuisisi senilai US$ 50 miliar.
Sementara perusahaan asuransi raksasa, American International Group (AIG) lebih beruntung karena mendapatkan dana US$ 85 miliar dari bank sentral AS. Atas pertolongan itu, AIG harus menyerahkan 79,9% sahamnya kepada pemerintah AS.
Kabar lainnya adalah, Washington Mutual ---perusahaan simpan pinjam raksasa AS--- sedang 'menjual diri'. Washington Mutual yang juga menjadi korban subprime mortgage di AS sudah menyewa Golman Sachs dan Morgan Stanley untuk membantu proses lelang dan mencari pembeli potensial.
Akibat goncangan tersebut, saham-saham di Wall Street kemarin kembali hancur. Pada perdagangan Rabu (17/9/2008), indeks Dow Jones ambruk hingga 449,36 poin (4,06%) ke level 10.609,66. Nasdaq merosot 109,05 poin (4,94%) ke level 2.098,85 dan Standrad & Poor's merosot 57,20 poin ke level 1.156,39.
Anjloknya Wall Street langsung menular ke bursa saham Asia hari ini. Termasuk IHSG di BEI yang kembali anjlok hingga 57 poin, setelah kemarin sempat rebound. (qom/ir)











































