Surat Utang Indonesia Masih 'Aman' di Tangan Lehman dan AIG

Surat Utang Indonesia Masih 'Aman' di Tangan Lehman dan AIG

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 14:55 WIB
Surat Utang Indonesia Masih Aman di Tangan Lehman dan AIG
Jakarta - Bank investasi yang sudah bangkrut Lehman Brothers dan American International Group (AIG) belum menjual Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Kamis (18/9/2008).

"Lehman dan AIG memang memegang SUN, tetapi jumlahnya relatif terbatas, dan sejauh ini tidak terjadi selling-off. Mereka masih pegang SUN kita," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bhimantara meminta pelaku pasar bersikap rasional dan tidak perlu panik atau bersikap
berlebihan dalam menghadapi situasi pasar yang tengah menurun.

"Kami terus memantau perkembangan yang terjadi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Investasi Negara Asia di Lehman


Namun ketenangan yang sama tidak terjadi di negara kawasan Asia Tenggara lainnya, yakni Thailand. Salah satu banknya yakni Bangkok Bank tengah menunggu nasib karena besarnya eksposure investasi di Lehman Brothers senilai US$ 102 juta atau 3,5 miliar baht.

Seperti dikutip The Nation, selain bank komersial terbesar Thailand itu, bank lainnya yakni Bank of Ayudhya dan Krung Thai Bank juga memiliki investasi tak langsung di Lehman Brothers dalam bentuk collateralised debt obligations (CDOs). Namun bank-bank itu mengaku investasinya tidak signifikan di Lehman.

"Bangkok Bank exposure merupakan yang paling besar," ujar peneliti Tisco Securities Poramet Tongbua. Bank ini terpaksa menghapus buku senilai US$ 50 juta investasinya dalam CDO tahun lalu.

Deputi Gubernur Bank Thailand Bandid Nijathaworn mengatakan perbankan lokal sekurangnya memiliki dana investasi sebesar 102 miliar baht di luar negeri atau sekitar 1,3 persen dari total dananya. Pinjaman dan investasi yang terkait dengan Lehman diperkirakan sebesar 4,3 miliar baht.

Di belahan Asia lainnya, regulator keuangan Korea Selatan melaporkan bahwa perusahaan Korea memiliki pinjaman dan sekuritas terkait ke Lehman sekitar US$ 720 juta.

(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads