Dalam siaran persnya, ketiga perusahaan ini menyatakan masih dapat memenuhi kewajiban kepada nasabah maupun mitra bisnisnya.
Hal ini terkait pemberian fasilitas pinjaman oleh Bank Sentral AS berjangka dua tahun senilai US$ 85 miliar sehingga memastikan AIG dapat memenuhi likuiditas perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dana tersebut, diharapkan bisa melindungi pemegang polis, meredam kekhawatiran pemeringkatan kredit, dan akan memberikan waktu yang cukup bagi AIG untuk melakukan evaluasi aset.
"Kami berharap dengan penjualan aset dapat membayar seluruh pinjaman, sehingga AIG dapat menjalankan bisnisnya secara normal," lanjut pernyataan tersebut.
Semua polis asuransi yang diterbitkan oleh perusahaan anggota AIG merupakan tanggung jawab langsung perusahaan asuransi anggotanya di seluruh dunia termasuk tiga perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
"Ketiga perusahaan tersebut memenuhi persyaratan modal dan RBC yang diatur oleh hukum Indonesia, serta memiliki aset total sebesar Rp 17 triliun dan ekuitas total Rp 2,8 triliun," lanjutnya.
Kepala AIA Singapura Mundur
Sementara itu pimpinan anak AIG di Singapura yang dikenal dengan American International Assurance Company Limited (AIA) Mark O'Dell mundur dari jabatannya. Posisi O'Dell akan digantikan oleh Kenneth Juneau mulai Jumat ini.
Juneau yang merupakan Executive Vice President dan Senior Regional Life Executive of AIA's Regional Office akan memimpin hingga General Manager yang baru ditetapkan.
O'Dell berhenti bersamaan dengan pemasangan iklan besar-besaran di surat kabar yang berusaha meyakinkan nasabah AIA tentang kondisi perusahaan.
"Di luar tekanan likuiditas jangka pendek yang dihadapi AIG, unit Singapura masih kuat dan memiliki posisi bisnis yang bagus," demikian papar O'Dell seperti dikutip AFP.
Sebelumnya ratusan nasabah mengantre di luar kantor AIA Singapura pada pekan ini. Mereka berencana memutus polisnya atau mencari kepastian atas dananya setelah The Fed AS mengumumkan penyelamatan AIG.
Bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS) menyatakan selain mundurnya O'Dell, tidak ada perubahan lain dalam manajemen AIA Singapore.
(lih/ddn)
